Hacker Asal Perawang Raih Pengakuan Hall of Fame di Lima Institusi Internasional dalam Enam Bulan

Hacker Asal Perawang Raih Pengakuan Hall of Fame di Lima Institusi Internasional dalam Enam Bulan

Kilasriau.com, PERAWANG - Rahmat Setiawan, seorang ethical hacker dan peneliti keamanan siber asal Perawang, Riau, mencatat pencapaian di tingkat internasional. Dalam kurun waktu enam bulan, dari Maret hingga September 2026, namanya tercatat dalam program Hall of Fame di lima institusi internasional setelah menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan (vulnerability) melalui mekanisme responsible disclosure.

Lima institusi tersebut yakni UNESCO pada Maret 2026, United Nations Development Programme (UNDP) pada Juni 2026, Wageningen University & Research (WUR) di Belanda pada Juni 2026, National Aeronautics and Space Administration (NASA) pada Juli 2026, serta Drexel University pada September 2026.

Pengakuan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Rahmat dalam menekuni vulnerability research secara mandiri. Ia melakukan riset terhadap sistem digital, menemukan potensi kerentanan, kemudian melaporkannya kepada pihak terkait melalui jalur pelaporan keamanan yang tersedia.

Yang membuat perjalanan Rahmat semakin menarik adalah latar belakang pekerjaannya. Di tengah aktivitasnya sebagai peneliti keamanan siber, ia sehari-hari bekerja sebagai pemotong rumput di kawasan pabrik Indah Kiat di Perawang.

Pekerjaan tersebut tidak menghentikannya untuk terus belajar dan melakukan riset di bidang teknologi dan keamanan informasi. Pengetahuan mengenai keamanan siber justru dikembangkan secara mandiri di luar aktivitas pekerjaannya.