Estafet Komando Polsek Kuantan Tengah: AKP Linter Tinggalkan Capaian, AKP Toni Hadapi Tantangan Baru

Estafet Komando Polsek Kuantan Tengah: AKP Linter Tinggalkan Capaian, AKP Toni Hadapi Tantangan Baru
foto: istimewa/hy. (doc. kilasriau.com)

KUANSING (KilasRiau.com) — Tongkat komando di tubuh Polsek Kuantan Tengah resmi berganti. AKP Linter Sihaloho, S.H., M.H. menyerahkan kepemimpinan kepada AKP Toni, S.H., M.H. dalam acara pisah sambut yang berlangsung di halaman Mapolsek Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Ahad (20/9/2026) malam.

Pergantian tersebut bukan sekadar seremoni pergantian jabatan. Di balik estafet kepemimpinan itu terdapat pekerjaan rumah sekaligus ekspektasi publik terhadap bagaimana wajah pelayanan dan penegakan hukum di wilayah hukum Polsek Kuantan Tengah ke depan.

Selama kurang lebih satu tahun tiga bulan memimpin Polsek Kuantan Tengah, AKP Linter menyebut jajarannya berhasil meraih prestasi terbaik pada 1 Juli 2026.

Namun, Linter menegaskan bahwa capaian tersebut tidak lahir dari kerja kepolisian semata. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil kolaborasi antara kepolisian dengan pemerintah kecamatan serta berbagai unsur di wilayah Kuantan Tengah.

“Alhamdulillah, setelah saya menjabat selama 1 tahun 3 bulan, Polsek Kuantan Tengah berhasil mendapatkan prestasi terbaik pada 1 Juli 2026 yang lalu. Tentunya, ini berkat kerja sama jajaran pemerintah kecamatan dengan Polsek Kuantan Tengah,” ujar Linter.

Pernyataan itu sekaligus menjadi pesan penting bagi pejabat yang kini menggantikannya.

Linter berharap capaian yang telah diraih tidak berhenti sebagai catatan masa lalu, tetapi menjadi fondasi bagi kepemimpinan berikutnya.

“Kami berharap Kapolsek Kuantan Tengah yang baru bisa melanjutkan apa yang telah diraih oleh Polsek Kuantan Tengah,” katanya.

Setelah meninggalkan jabatan Kapolsek Kuantan Tengah, Linter Sihaloho mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas baru sebagai Kanit Ditresnarkoba Polda Riau.

Perpindahan tersebut menutup satu periode kepemimpinannya di Kuantan Tengah sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan kariernya di lingkungan kepolisian.

Di sisi lain, AKP Toni kini mendapat mandat untuk meneruskan estafet kepemimpinan di Polsek Kuantan Tengah.

Tugas tersebut bukan tanpa tantangan. Sebagai pejabat baru, ia dituntut segera memahami karakter wilayah, membangun komunikasi dengan pemangku kepentingan, sekaligus memastikan pelayanan kepolisian tetap berjalan efektif di tengah dinamika masyarakat.

AKP Toni secara terbuka mengakui bahwa dirinya masih terbilang baru di Kabupaten Kuantan Singingi.

Karena itu, ia meminta dukungan dan tunjuk ajar dari seluruh unsur yang selama ini menjadi mitra kepolisian.

“Ini baru perdana saya bertugas di Kuansing dan tentunya saya memohon tunjuk ajar agar bisa menjalankan tugas di Kuansing ini,” ujar Toni.

Ia menyebut dirinya merupakan putra asli Kampar. Sebelum dipercaya menjadi Kapolsek Kuantan Tengah, Toni memiliki pengalaman bertugas di Direktorat Narkoba Polda Riau, kemudian mendapat penugasan di Bengkalis, kembali ke Polda Riau, dan selanjutnya bertugas di Kampar.

Kini, penugasan baru membawanya ke jantung pemerintahan Kabupaten Kuansing sebagai Kapolsek Kuantan Tengah.

“Saya kebetulan orang Kampar asli. Saya cukup lama berdinas di Direktorat Narkoba Polda Riau, kemudian ke Bengkalis, kembali lagi ke Polda, dan kemudian kembali ke Kampar. Alhamdulillah, saya dipercaya oleh pimpinan menjabat sebagai Kapolsek Kuantan Tengah,” tuturnya.

Pergantian pimpinan di tingkat kepolisian selalu membawa konsekuensi terhadap pola kerja dan pendekatan di lapangan.

AKP Toni menyatakan komitmennya untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh unsur pemerintahan maupun masyarakat.

Pesan tersebut menjadi penting karena keamanan wilayah tidak hanya ditentukan oleh patroli dan penindakan. Kepercayaan publik, kecepatan merespons persoalan masyarakat, koordinasi lintas sektor, serta konsistensi penegakan hukum juga menjadi bagian dari wajah kepolisian di mata masyarakat.

Karena itu, estafet kepemimpinan dari Linter kepada Toni akan diuji bukan hanya melalui seremoni dan sambutan, tetapi melalui kerja nyata setelah pintu Mapolsek kembali terbuka pada hari-hari berikutnya.

Capaian masa lalu menjadi pijakan. Tantangan ke depan menjadi ujian.

Bagi AKP Toni, tugas pertama bukan sekadar meneruskan jabatan, melainkan memastikan kehadiran Polsek Kuantan Tengah tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Acara pisah sambut tersebut turut dihadiri Camat Kuantan Tengah Eka Putra, S.Sos., M.Si., Danramil Kuantan Tengah, Camat Sentajo Raya Gunawan, jajaran Polsek Kuantan Tengah, para kepala desa dan lurah Kecamatan Sentajo Raya dan para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Kuantan Tengah, serta tamu undangan lainnya.

Estafet komando telah berpindah.

Kini publik menunggu bagaimana AKP Toni menerjemahkan kepercayaan tersebut menjadi pelayanan, keamanan, dan penegakan hukum yang benar-benar dirasakan masyarakat Kuantan Tengah.*(ald)