Duka Tragedi Sungai Kencong, Pemkam Pinang Sebatang Barat Sambangi dan Kuatkan Keluarga Korban

Duka Tragedi Sungai Kencong, Pemkam Pinang Sebatang Barat Sambangi dan Kuatkan Keluarga Korban

Siak, Kilasriau.com Duka menyelimuti keluarga seorang remaja berusia 15 tahun, warga Kampung Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, setelah korban meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang di objek wisata Sungai Bunut Besamo atau Sungai Kencong. 

Peristiwa naas tersebut terjadi di kawasan wisata yang berada di jalan menuju Sungai Mandau, Kampung Pinang Sebatang Barat, Minggu siang (23/8).

Saat kejadian, korban diketahui sedang mandi di sungai bersama keluarga. Di kawasan tersebut terdapat bagian sungai yang dangkal dan ada pula titik yang cukup dalam untuk aktivitas mandi.

Menurut informasi yang diperoleh di lokasi, sebelum kejadian korban sempat meminta sampo kepada pihak keluarga yang berada di tepian sungai. Namun, beberapa saat kemudian, korban tidak lagi terlihat di permukaan air.

Korban diduga masuk ke bagian titik sungai yang cukup dalam sehingga kemudian tenggelam. Korban yang diketahui tidak pandai berenang diduga mengalami kesulitan untuk menyelamatkan diri saat berada di bagian sungai yang lebih dalam tersebut.

Keluarga yang menyadari korban menghilang langsung meminta bantuan warga sekitar. Pencarian pun dilakukan dengan menyisir permukaan hingga menyelam ke bagian dasar sungai.

Dalam upaya pencarian tersebut, salah seorang warga yang ikut menyelam akhirnya berhasil menyentuh kaki korban. Korban kemudian dievakuasi dari dalam sungai dan diberikan pertolongan pertama di lokasi.

Korban sempat mengeluarkan air dari mulutnya setelah mendapatkan pertolongan. Selanjutnya, korban dilarikan menggunakan ambulans menuju RSUD Tualang Km 9 untuk mendapatkan penanganan medis.


Namun, sesampainya di rumah sakit, tim medis menyatakan nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.

Kondisi perairan Sungai Bunut Besamo yang keruh serta adanya bagian sungai dengan kedalaman yang sulit diprediksi menjadi perhatian dalam peristiwa tersebut. Aktivitas berenang di sungai membutuhkan kewaspadaan tinggi, terutama bagi anak-anak dan remaja yang belum mahir berenang.

Penghulu Kampung Pinang Sebatang Barat, Rudi Hardianto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan pemerintah kampung turut menyampaikan belasungkawa dan mendatangi rumah duka sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga korban.

“Pemerintah Kampung Pinang Sebatang Barat dan Kampung Pinang Sebatang Timur turut melayat ke rumah duka. Kami menyampaikan turut berdukacita yang mendalam kepada pihak keluarga atas takdir Tuhan yang menimpa almarhum putra Ibu Windi Halawa,” ujar Rudi, Senin (24/8/2026).

Menurut Rudi, kedatangan pemerintah kampung bukan semata-mata untuk menyampaikan ucapan belasungkawa, tetapi juga sebagai wujud kepedulian dan persaudaraan terhadap keluarga yang sedang berduka.

“Ini bentuk kepedulian dan persaudaraan pemerintah kampung kepada keluarga yang sedang mendapat musibah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini,” ungkapnya.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat yang membawa keluarga berwisata ke kawasan sungai agar meningkatkan kewaspadaan. Pengawasan orang dewasa dan penggunaan alat keselamatan yang tepat menjadi hal penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Di tengah suasana duka, keluarga korban kini hanya dapat menerima kepergian almarhum sebagai bagian dari ketentuan Tuhan. Pemerintah kampung bersama masyarakat berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan untuk melewati masa berkabung.