Kilasriau.com - Meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) dan ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi perhatian Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi.
Muridi mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir mempertimbangkan untuk sementara waktu meliburkan kegiatan belajar tatap muka atau mengalihkannya menjadi pembelajaran dari rumah apabila kondisi kualitas udara dinilai berisiko terhadap kesehatan peserta didik.
Menurut Muridi, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama di tengah meningkatnya hotspot dan penanganan karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Inhil.
“Kami menyarankan Dinas Pendidikan Inhil mempertimbangkan untuk sementara meliburkan kegiatan belajar tatap muka apabila kondisi udara akibat kabut asap sudah berpotensi mengganggu kesehatan. Jangan menunggu anak-anak mengalami gangguan kesehatan baru mengambil langkah,” kata Muridi, Senin (24/8/2026).
Ia menilai kebijakan tersebut dapat dilakukan secara terukur dengan mengacu pada data kualitas udara serta rekomendasi dari instansi berwenang. Jika pembelajaran tatap muka dinilai belum aman, sekolah dapat sementara menerapkan pembelajaran dari rumah hingga kondisi udara membaik.