RIAU SEDANG SESAK: KETIKA KRISIS EKOLOGI MENJADI KRISIS KEMANUSIAAN

RIAU SEDANG SESAK: KETIKA KRISIS EKOLOGI MENJADI KRISIS KEMANUSIAAN

Kilasriau.com - Kita terlalu sering menyebut asap sebagai bencana. Padahal, ketika sebuah bencana terus berulang dalam pola yang hampir sama, pertanyaan yang lebih serius bukan lagi “mengapa bencana terjadi?”, melainkan “mengapa kita terus membiarkannya terjadi?”

Hari ini, Riau kembali menghirup udara yang tidak semestinya.

Minggu, 23 Agustus 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 2.610 titik panas di Pulau Sumatra berdasarkan pembaruan pukul 07.00 WIB. Dari jumlah tersebut, 355 titik berada di Provinsi Riau, tersebar di 11 kabupaten/kota. Pelalawan menjadi wilayah dengan konsentrasi tertinggi, mencapai 216 hotspot, disusul Indragiri Hilir sebanyak 80 titik dan Kuantan Singingi 12 titik.

Angka 355 mungkin hanya terlihat sebagai angka ketika kita membacanya dari layar.

Tetapi angka memiliki konsekuensi ketika ia diterjemahkan ke dalam kehidupan manusia.