Al-Iqtishad al-Basith: Tabir 19 Tahun menuju Indonesia Satu Abad

Al-Iqtishad al-Basith: Tabir 19 Tahun menuju Indonesia Satu Abad
Muh. Arifin, SE., M.Si Direktur Minda Research and Consulting

Kilasriau.com - Masalah yang paling banyak menghantui manusia dari abad ke abad ketika lahir di dunia adalah masalah ekonomi. “Walaupun diajarkan atau yang dipelajari banyak disiplin Ilmu, tapi ujian yang paling sering keluar untuk dihadapi adalah masalah ekonomi”. Namun yang perlu disadari bahwa masalah muamalah dan muasyarah dalam kehidupan manusia sebetulnya dia tumbuh dan hidup dengan sendirinya karena adanya azas kebutuhan. 

Manusia tidak bisa hidup sendiri, manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, manusia tidak punya alat pemuas kebutuhannya, dia sempurna sebagai mahluk tetapi memiliki ketergantungan dalam banyak sisi. Hal ini termasuk masalah ekonomi yang dihadapi manusia, sebetulnya juga tumbuh seiring dengan tingkat intreksi hubungan manusia satu dengan yang lain dalam memenuhi kebutuhannya.

Secara teoritis masalah kebutuhan manusia muncul pada tiga aspek dalam kaitannya ekonomi yaitu karena aspek ingin memenuhi kebutuhan primer, aspek sekunder dan aspek tersier. Pertanyaannya, apabila 3 kebutuhan ini terpenuhi apakah masalah manusia akan selesai ?. Ternyata juga tidak, ketika kebutuhan makanan, tempat tinggal, kendaraan, bahkan terpenuhinya barang mewah, manusia masih mengalami masalah. Karena ada aspek sosial yang mau dipenuhi, aspek pengakuan harga diri seperti jabatan, gelar, populeritas yang dikejar, termasuk pemenuhan kebutuhan akan transendensi. 

Pada konteks ini, secara mendalam kita membaca bahwa masalah manusia itu tidak lahir dari tidak adanya harta benda yang dimiliki, tetapi karena keinginan manusia yang terus bertambah tanpa mampu dia batasi. Hal ini ditegaskan dalam suatu riwayat bahwa anak bani adam tidak akan pernah puas sampai tanah masuk pada mulutnya atau mati, ketika mendapatkan satu lembah emas maka dia akan minta lembah emas kedua dan seterusnya.

Berkaca pada hal ini, ketika dunia saling terhubung yang tadinya terpisah oleh jarak, dulu pasar harus didatangi secara langsung kini pasar mendatangi bahkan mengejar membaca kebutuhan kita, dan dalam waktu yang singkat inovasi baru bermunculan di mana-mana yang tadinya terasa sulit menjadi mudah, yang tadinya terasa lama sekarang menjadi serba cepat, yang tadinya pilihan terbatas kini semua pilihan ada dengan berbagai varian.