Purwanto Minta LAMR Inhil Ikut Suarakan Jeritan Petani Kelapa Sungai Buluh

Purwanto Minta LAMR Inhil Ikut Suarakan Jeritan Petani Kelapa Sungai Buluh

Kilasriau.com — Koordinator Aliansi Masyarakat Sungai Buluh, Purwanto, SH, meminta Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) untuk turut mengambil peran dalam menyuarakan kegelisahan masyarakat, khususnya para petani kelapa yang saat ini menghadapi gejolak harga komoditas kelapa yang dinilai semakin meresahkan.

Menurut Purwanto, persoalan harga kelapa bukan semata-mata persoalan ekonomi, melainkan telah menyentuh langsung keberlangsungan hidup masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari perkebunan kelapa. Ketidakpastian harga membuat petani berada dalam posisi yang semakin sulit, sementara biaya produksi dan kebutuhan hidup terus berjalan.

“Kami meminta LAMR Kabupaten Indragiri Hilir jangan tinggal diam. Kami berharap LAMR ikut menyuarakan aspirasi masyarakat dan petani kelapa yang hari ini sedang menghadapi keresahan akibat gejolak harga. Ini bukan hanya persoalan angka di tingkat jual beli, tetapi menyangkut martabat, keberlangsungan hidup, dan masa depan masyarakat petani kelapa,” ujar Purwanto.

Ia menilai, LAMR Kabupaten Inhil memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk menjadi salah satu elemen penting dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Sebagai lembaga yang memiliki kedudukan strategis dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan Melayu di Riau, LAMR dinilai memiliki ruang untuk membangun komunikasi, merumuskan persoalan, serta mendorong lahirnya solusi yang berpihak kepada masyarakat.

Purwanto berharap LAMR tidak hanya hadir dalam ruang-ruang seremonial kebudayaan, tetapi juga mampu hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan yang menyentuh hajat hidup mereka.