Kilasriau.com, JAKARTA-Harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dilaporkan terus merosot. Di tingkat petani, harga kelapa kini berada di bawah Rp2.000 per butir, bahkan menyentuh kisaran Rp1.800.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa dari Daerah Pemilihan Riau II, Mafirion, menilai kondisi tersebut telah mengancam perekonomian masyarakat Inhil yang menggantungkan hidup pada perkebunan kelapa.
“Kalau harga kelapa sudah di bawah Rp2.000 per butir, ini bukan lagi persoalan fluktuasi harga biasa. Ini sudah menyangkut keberlangsungan ekonomi dan kehidupan masyarakat Inhil. Pemerintah harus segera turun tangan,” kata Mafirion dalam keterangannya.
Mafirion mengatakan pemerintah tidak boleh membiarkan petani menghadapi mekanisme pasar sendirian. Menurutnya, kelapa merupakan komoditas utama sekaligus sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat Inhil.
Ia mendesak pemerintah segera menyiapkan mekanisme perlindungan harga melalui penetapan Harga Acuan Pembelian (HAP) kelapa di tingkat petani.