Kilasriau.com - Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi sorotan setelah muncul informasi yang tak sedap mengenai dugaan adanya selisih harga (mark-up) pada sejumlah item kegiatan penanaman mangrove tahun 2025.
Berdasarkan keterangan seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, salah satu item yang dipersoalkan adalah pengadaan bambu untuk pagar lokasi pembibitan di Desa Kuala Selat, Kabupaten Indragiri Hilir.
Menurut sumber tersebut, harga bambu dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) disebut sebesar Rp15.000 per batang. Namun, berdasarkan informasi yang diperolehnya, harga bambu yang sampai di Desa Kuala Selat berkisar antara Rp8.000 hingga Rp10.000 per batang.
Sumber tersebut juga menyampaikan bahwa apabila kebutuhan mencapai sekitar 10.000 batang, maka selisih harga tersebut dinilai cukup signifikan.
Selain itu, sumber menyebut pembelian bambu dilakukan oleh kepala desa, sedangkan kelompok tani mengikuti arahan yang diberikan. Keterangan tersebut merupakan informasi dari sumber dan media ini masih berupaya memperoleh data pendukung dari pihak-pihak terkait.