Di Tengah Anggaran Ratusan Miliar Rehabilitasi Mangrove, Ribuan Hektare Kebun Kelapa Inhil Terus Rusak, Satwa Liar Mulai Turun ke Permukiman

Di Tengah Anggaran Ratusan Miliar Rehabilitasi Mangrove, Ribuan Hektare Kebun Kelapa Inhil Terus Rusak, Satwa Liar Mulai Turun ke Permukiman

Kilasriau.com – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di dunia. Hamparan kebun kelapa yang membentang dari pesisir hingga kawasan rawa pernah menjadi sumber kehidupan utama masyarakat. Namun kini, kejayaan itu perlahan memudar.

Di balik besarnya potensi daerah tersebut, tersimpan persoalan yang semakin kompleks. Ribuan hektare kebun kelapa mengalami kerusakan akibat banjir dan genangan berkepanjangan. Kondisi itu diperparah dengan belum stabilnya harga komoditas kelapa yang dinilai belum mampu mengangkat kesejahteraan petani.

Akibatnya, roda perekonomian masyarakat terus melemah. Banyak keluarga kehilangan sumber pendapatan, sementara kesempatan kerja semakin terbatas. Tidak sedikit warga akhirnya memilih meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke berbagai daerah, bahkan hingga ke luar negeri, demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Di saat yang sama, harga kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan. Beban ekonomi masyarakat semakin berat, sedangkan kemampuan menghasilkan pendapatan justru semakin menurun.

Namun persoalan yang muncul tidak berhenti pada aspek ekonomi.