Kilasriau.com — Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya dan sejarah unggulan di Kepulauan Riau, terus berbenah dari sisi tata kelola.
Tim Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) berkolaborasi dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat untuk mentransformasi manajemen Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.
Program ini berfokus pada penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diintegrasikan langsung ke dalam sistem pencatatan transaksi harian pengelola wisata. Langkah ini diambil untuk mengubah pola pengelolaan Pokdarwis dari yang semula bersifat konvensional menjadi lebih transparan, akuntabel, dan berwawasan lingkungan.
Ketua Tim Pengabdi UMRAH, Rizki Yuli Sari, menyampaikan bahwa potensi besar kawasan Senggarang — mulai dari vihara kuno, permukiman pelantar, hingga ekosistem mangrove — membutuhkan pendekatan manajemen modern agar dampaknya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Selama ini pengelolaan keuangan dan dampak lingkungan kerap berjalan sendiri-sendiri. Melalui pendampingan ini, kami memperkenalkan instrumen keterukuran ganda atau double-measurability, sehingga Pokdarwis tidak hanya mampu mencatat pendapatan finansial secara tertib setiap hari, tetapi juga memantau dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas wisata secara berkala,” ujar Rizki.