Kilasriau.com, Rengat – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Rengat terus memperluas edukasi mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dengan menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk melalui rumah ibadah. Kali ini, sosialisasi dilaksanakan kepada jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Simpang Korindo, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Minggu (19/7).
Kegiatan yang dikemas secara interaktif tersebut diikuti oleh pendeta beserta jemaat GBI Simpang Korindo. Dalam kesempatan itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan dari berbagai risiko sosial ekonomi yang dapat terjadi selama bekerja.
BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa perlindungan tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja di perusahaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh pekerja sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU), seperti petani, pekebun, pedagang, nelayan, tukang, pengemudi, hingga pelaku usaha mandiri.
Melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), peserta memperoleh perlindungan apabila mengalami kecelakaan kerja maupun meninggal dunia. Selain santunan kepada ahli waris, peserta yang memenuhi persyaratan juga berhak atas manfaat beasiswa pendidikan bagi dua orang anak hingga perguruan tinggi dengan nilai maksimal Rp174 juta.
Dalam sosialisasi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menginformasikan bahwa saat ini pekerja sektor informal masih dapat memanfaatkan program keringanan iuran 50 persen untuk Program JKK dan JKM, sehingga perlindungan menjadi semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.