Keramat Jubah Merah Juara Rayon IV Gunung Toar, Konsistensi Empat Rayon Berbuah Prestasi

Keramat Jubah Merah Juara Rayon IV Gunung Toar, Konsistensi Empat Rayon Berbuah Prestasi
foto: istimewa (doc. kilasriau.com)

 

KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) – Final Pacu Jalur Rayon IV di Tepian Datuk Bandaro, Desa Gunung, Kecamatan Gunung Toar, Minggu (26/7/2026), menghadirkan tontonan yang memadukan kemegahan tradisi, ketegangan olahraga, dan drama yang mengundang decak kagum ribuan penonton.

Partai puncak mempertemukan Keramat Jubah Merah, jalur kebanggaan Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, dengan Putri Anggun Sibiran Tulang. Sejak awal, duel dua jalur unggulan ini diprediksi berlangsung sengit mengingat keduanya tampil impresif sepanjang perhelatan rayon.

Begitu aba-aba pelepasan diberikan, puluhan anak pacu dari kedua jalur langsung mengayuh sekuat tenaga membelah arus Sungai Kuantan. Sorak-sorai masyarakat menggema dari sepanjang tepian, mengiringi setiap hentakan dayung yang membawa kedua jalur saling berkejaran.

Di atas haluan, anak joki Putri Anggun Sibiran Tulang tampil penuh percaya diri. Dengan gerakan lincah dan penuh semangat, ia menari mengikuti irama kayuhan, membakar motivasi rekan-rekannya sekaligus menghibur ribuan pasang mata yang menyaksikan pertandingan.

Namun, memasuki lintasan penentuan, suasana berubah drastis.

Keramat Jubah Merah meningkatkan irama kayuhan. Dengan melakukan malayok, sprint khas Pacu Jalur menjelang garis finis, jalur asal Muaro Sentajo itu meluncur dengan kecepatan luar biasa. Kayuhan yang semakin cepat memecah permukaan sungai, menghadirkan deburan ombak yang menghantam lintasan.

Dalam situasi itulah, anak joki Putri Anggun Sibiran Tulang kehilangan keseimbangan. Ia terpeleset dari haluan dan terjatuh ke sungai. Riuh penonton seketika berubah menjadi teriakan cemas, sementara perlombaan tetap berlangsung hingga garis akhir sesuai ketentuan.

Keramat Jubah Merah akhirnya berhasil mempertahankan keunggulan dan menyentuh garis finis sebagai pemenang, sekaligus menambah catatan prestasi yang mengesankan sepanjang musim Pacu Jalur 2026.

Keberhasilan tersebut semakin menegaskan konsistensi Keramat Jubah Merah sebagai salah satu jalur terbaik di Kuantan Singingi. Jalur kebanggaan masyarakat Muaro Sentajo ini tercatat selalu menembus partai final pada empat rayon Pacu Jalur 2026, sebuah pencapaian yang menunjukkan kualitas, kekompakan, dan mental juara para anak pacunya.

Kepala Desa Muaro Sentajo, Halmadi Asmar, mengaku bersyukur atas prestasi yang kembali dipersembahkan Keramat Jubah Merah bagi masyarakat desanya.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian Keramat Jubah Merah. Kemenangan ini adalah hasil kerja keras para anak pacu, tim pelatih, pengurus jalur, para tokoh masyarakat, serta doa dan dukungan seluruh warga Muaro Sentajo. Ini bukan kemenangan individu, melainkan kemenangan seluruh masyarakat desa," ujarnya.

Menurut Halmadi, keberhasilan selalu menembus final di empat rayon merupakan bukti bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini membuahkan hasil.

"Menjadi finalis di seluruh rayon tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan latihan yang disiplin, kekompakan, semangat pantang menyerah, dan mental juara. Kami bangga anak-anak pacu mampu menunjukkan bahwa Muaro Sentajo memiliki tradisi dan prestasi yang patut diperhitungkan," katanya.

Halmadi juga menyampaikan penghormatan kepada seluruh peserta yang telah menyuguhkan pertandingan berkualitas, termasuk Putri Anggun Sibiran Tulang yang memberikan perlawanan sengit hingga detik-detik terakhir.

"Dalam Pacu Jalur, menang dan kalah adalah hal yang biasa. Yang paling penting adalah sportivitas tetap dijaga karena Pacu Jalur merupakan warisan budaya yang menyatukan masyarakat Kuantan Singingi. Kami juga berharap anak joki yang terjatuh segera pulih dan dapat kembali tampil pada kesempatan berikutnya," ucapnya.

Ia berharap keberhasilan Keramat Jubah Merah menjadi motivasi menghadapi Event Nasional Pacu Jalur sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan budaya daerah.

"Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Kuantan Singingi agar Keramat Jubah Merah dapat terus tampil maksimal pada event berikutnya. Semoga prestasi ini menjadi kebanggaan bersama dan semakin mengangkat nama Muaro Sentajo serta Kabupaten Kuantan Singingi di tingkat yang lebih luas," tutup Halmadi.

Final Rayon IV Gunung Toar pun menjadi penutup yang sarat makna. Bukan hanya menghadirkan persaingan sengit di atas aliran Sungai Kuantan, tetapi juga memperlihatkan bahwa Pacu Jalur tetap hidup sebagai simbol persatuan, sportivitas, kerja keras, dan kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi yang diwariskan dari generasi ke generasi.*(ald)