Pamit Jual Nanas Berujung Tragedi, Pemuda Tualang Ditemukan Mengapung di Perairan Pinang Sebatang

Pamit Jual Nanas Berujung Tragedi, Pemuda Tualang Ditemukan Mengapung di Perairan Pinang Sebatang

Siak, Kilasriau.com Harapan pihak keluarga untuk melihat Arif Nuhrohman (20) pulang ke rumah dengan selamat akhirnya pupus. Pemuda asal Kampung Tualang yang sebelumnya dikabarkan hilang saat pergi berjualan nanas tersebut, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di aliran Sungai Siak, tepatnya di wilayah Kampung Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Penemuan jasad korban bermula ketika seorang nelayan setempat tengah melintas di perairan Pinang Sebatang. Pandangannya dikejutkan oleh sesosok tubuh manusia yang mengapung tak bergerak di permukaan sungai. Nelayan tersebut segera melaporkan kejadian ini ke aparat kampung dan pihak kepolisian terdekat.

Proses evakuasi dilakukan secara cepat melalui sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat sekitar. Tim gabungan yang terdiri dari Personel Polsek Tualang, Satpolairud (Airud), Keamanan Laut (Kamla), bersama warga bahu-membahu membawa jasad korban ke daratan.

Penghulu Kampung Pinang Sebatang, Sabarrudin, S.Hut, yang turun langsung ke lapangan untuk membantu proses evakuasi membenarkan kejadian tragis ini.

"Iya benar, telah ditemukan seorang mayat. Jasad pertama kali ditemukan oleh nelayan yang kebetulan melintas di areal ini. Mayat tersebut sudah dievakuasi bersama pihak kepolisian Polsek Tualang, Airud, Kamla, dan masyarakat menggunakan mobil ambulans milik Kampung Pinang Sebatang," terang Sabarrudin di lokasi kejadian.

Penemuan jasad pemuda ini sekaligus memecahkan teka-teki hilangnya korban sejak sehari sebelumnya. Panit 1 Opsnal Polsek Tualang, Ipda Khairul, menjelaskan kronologi hilangnya korban berdasarkan hasil keterangan dari pihak keluarga.

Sebelumnya, Arif pamit kepada orang tuanya untuk menjajakan buah nanas dengan menyusuri sungai menggunakan sampan kayu. Namun hingga Rabu malam, korban tak kunjung kembali ke rumah, membuat pihak keluarga cemas.

Pencarian mandiri oleh keluarga pada Rabu (15/7/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB sempat membuahkan titik terang, namun juga kekhawatiran besar. Mereka hanya menemukan sampan yang digunakan Arif terapung tanpa awak di tengah sungai.

"Korban sempat izin menjual nanas menggunakan sampan, tapi tak kunjung pulang. Sekitar jam 9 kemarin (Rabu), pihak keluarga hanya menemukan sampan yang ia gunakan," ungkap Khairul saat dikonfirmasi di lokasi penemuan jasad.

Berdasarkan keterangan mendalam dari orang tua korban kepada petugas, Arif diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi (ayan). Kondisi kesehatan ini diduga kuat menjadi penyebab korban mendadak tidak sadarkan diri atau kehilangan keseimbangan, lalu terjatuh dari sampan ke dalam arus Sungai Siak tanpa sempat menyelamatkan diri.

Guna memastikan penyebab pasti kematian secara transparan dan prosedural, kepolisian langsung membawa jasad Arif Nuhrohman ke RSUD Tualang untuk menjalani proses otopsi medis sebelum akhirnya diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.