PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi

PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
Gita Melanika, S.H., M.H., C.Med., Kepala Bidang Advokasi dan Riset Pusat Bantuan Hukum (PBH) PERADI Pekanbaru.

Kilasriau.com – Belum tuntas pengusutan dugaan tindak kekerasan yang terjadi di Mapolresta Pekanbaru pada 3 Juli 2026 terhadap dua kader PMII PKC Provinsi Riau, kini kembali muncul peristiwa yang dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat.

Sekretaris PKC PMII Provinsi Riau, Supriadi, yang selama ini secara terbuka dan konsisten menyuarakan tuntutan agar pelaku dugaan penganiayaan terhadap dua kader PMII diproses secara hukum, kini diduga menjadi korban tindakan represif.

Berdasarkan informasi yang diterima, Supriadi diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 10 orang usai melakukan pertemuan dengan pihak intelijen Polresta Pekanbaru. Akibat peristiwa tersebut, ia mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara.

Ketua Bidang Advokasi dan Riset PBH PERADI Pekanbaru, Gita Melanika, S.H., M.H., C.Med., mengatakan pihaknya menduga kuat peristiwa pengeroyokan terhadap Supriadi berkaitan dengan sikap kritis dan keberaniannya mengawal proses hukum atas dugaan tindak kekerasan yang sebelumnya terjadi di Mapolresta Pekanbaru.

Pernyataan tersebut disampaikan Gita dalam pernyataan sikapnya pada Senin (6/7/2026).