Kilasriau.com - Menjelang Diskusi Interaktif yang akan dilaksanakan oleh Kelompok Cipayung Plus Provinsi Riau yang mengangkat tema "Di Atas Kertas dan Realitas: Represif Polri, Apakah Reformasi Polri Cacat?" wajah demokrasi kembali dipermalukan.
Ruang intelektual yang dilaksanakan mestinya menjadi tempat bertemunya gagasan justru dinodai oleh kekerasan.
Insiden penyerangan terhadap Sahabat PMII yang akan menjadi salah satu penyelenggara diskusi interaktif di Kota Pekanbaru itu merupakan peristiwa yang tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga menjadi ancaman serius terhadap kebebasan berpikir, kebebasan akademik, dan hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat.
PW Hima Persis Riau, melalui Ketua Umum, Fikri Abdurrahman mengecam dengan keras segala bentuk kekerasan, intimidasi, maupun teror terhadap aktivis mahasiswa.
Apabila tindakan tersebut dilakukan berkaitan dengan diskusi interaktif yang akan dilaksanakan, maka peristiwa ini merupakan serangan terhadap demokrasi itu sendiri.