'Final Kepagian' Berakhir Manis, Keramat Jubah Merah Singkirkan Putri Anggun Sibiran Tulang dalam Duel Dramatis di Tepian Narosa

'Final Kepagian' Berakhir Manis, Keramat Jubah Merah Singkirkan Putri Anggun Sibiran Tulang dalam Duel Dramatis di Tepian Narosa
foto: istimewa (doc. kilasriau.com)

TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) – Duel yang sejak awal dijuluki masyarakat sebagai "final kepagian" akhirnya benar-benar menyajikan pertarungan berkelas. Ribuan pasang mata yang memadati arena Pacu Jalur Tepian Narosa, Ahad (28/6/2026), dibuat terpukau oleh sengitnya persaingan antara Jalur Keramat Jubah Merah dari Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya dan Putri Anggun Sibiran Tulang Desa Banjar Padang, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Sejak aba-aba start dikumandangkan, kedua jalur langsung melesat dengan irama kayuhan yang nyaris seimbang. Riuh sorakan penonton menggema di sepanjang tepian Sungai Kuantan, mengiringi perjuangan para anak pacu yang tampil penuh semangat demi membawa jalurnya melaju ke babak berikutnya.

Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi. Tidak ada satu pun jalur yang mampu menciptakan jarak aman. Putri Anggun Sibiran Tulang terus memberikan tekanan sepanjang lintasan, memaksa Keramat Jubah Merah untuk mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya.

Setiap hentakan dayung menghadirkan ketegangan. Penonton berkali-kali berdiri dari tempatnya karena kedua jalur terus saling menempel dalam selisih yang sangat tipis. Bahkan hingga beberapa meter menjelang garis finis, siapa yang akan keluar sebagai pemenang masih sulit dipastikan.

Riuh tepuk tangan dan sorak-sorai yang menggema di Tepian Narosa setelah kedua jalur melintasi garis finis menjadi bukti bahwa masyarakat tidak hanya menikmati siapa yang keluar sebagai pemenang, tetapi juga mengapresiasi kualitas pertandingan yang berlangsung penuh semangat, sportif, dan sarat nilai budaya.

Memasuki momen-momen penentuan, mental juara Keramat Jubah Merah kembali berbicara. Dengan kekompakan yang tetap terjaga dan kayuhan yang tidak kehilangan ritme, jalur kebanggaan masyarakat Muaro Sentajo itu berhasil menambah kecepatan pada saat yang sangat menentukan.

Keramat Jubah Merah akhirnya menyentuh garis finis lebih dahulu, memastikan kemenangan dalam salah satu hilir paling menegangkan pada gelaran Pacu Jalur Rayon II di Tepian Narosa.

Kemenangan tersebut langsung disambut sorak kegembiraan para pendukung. Tangis haru, tepuk tangan, dan pekikan semangat bercampur menjadi satu, menandai keberhasilan Keramat Jubah Merah melewati rintangan berat sejak babak awal.

Duel sengit antara Keramat Jubah Merah dan Putri Anggun Sibiran Tulang juga menuai decak kagum dari ribuan penonton yang memadati Tepian Narosa. Banyak di antara mereka mengaku pertandingan tersebut menjadi salah satu hilir terbaik yang mereka saksikan sepanjang perhelatan Pacu Jalur tahun ini.

"Ini benar-benar seperti final. Dari start sampai finis tidak ada yang mau mengalah. Kami yang menonton saja ikut tegang," ujar Rizki, salah seorang penonton asal Teluk Kuantan.

Hal senada disampaikan Yuni, warga Kecamatan Kuantan Tengah.

Menurutnya, kedua jalur sama-sama menunjukkan kualitas yang luar biasa sehingga pertandingan berlangsung sangat menarik.

"Jarang ada perlombaan seketat ini. Selisihnya tipis sekali sampai menjelang finis. Menang atau kalah, dua-duanya layak mendapat apresiasi karena memberikan tontonan yang sangat menghibur," katanya.

Sementara itu, Andi, penonton asal Sentajo Raya, mengaku sempat tidak bisa berkedip selama perlombaan berlangsung.

"Jantung rasanya ikut berdebar. Setiap kayuhan disambut teriakan penonton. Ketika Keramat Jubah Merah berhasil unggul di akhir, seluruh pendukung langsung bersorak. Suasananya luar biasa," ungkapnya.

Komentar serupa datang dari Nofri, pecinta Pacu Jalur yang sengaja datang bersama keluarganya.

"Saya sudah sering menonton Pacu Jalur, tetapi pertandingan seperti ini tidak selalu terjadi. Kedua jalur memperlihatkan semangat juang, kekompakan, dan sportivitas yang luar biasa. Inilah pertandingan yang akan dikenang masyarakat," ujarnya.

Kepala Desa Muaro Sentajo, Halmadi Asmara, mengaku bersyukur atas kemenangan yang diraih jalur kebanggaan desanya. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh tim, sekaligus doa dan dukungan masyarakat yang tidak pernah putus.

"Alhamdulillah, hari ini Allah SWT masih memberikan kemenangan kepada Jalur Keramat Jubah Merah. Kemenangan ini merupakan hasil dari kekompakan dan kerja sama seluruh tim di jalur, serta berkat doa dan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, masyarakat Kecamatan Sentajo Raya, dan terutama masyarakat Desa Muaro Sentajo," ujar Halmadi Asmara.

Ia berharap kemenangan tersebut menjadi suntikan motivasi bagi seluruh anak pacu agar tetap menjaga semangat, kekompakan, dan fokus menghadapi pertandingan berikutnya.

"Alhamdulillah, dengan semangat kebersamaan tersebut, Keramat Jubah Merah kembali berhasil melaju ke babak selanjutnya. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar pada pertandingan berikutnya para anak pacu diberikan kesehatan, kekuatan, keselamatan, dan kembali meraih hasil terbaik," tambahnya.

Di tengah euforia kemenangan, Halmadi juga menyampaikan apresiasi kepada Putri Anggun Sibiran Tulang yang dinilainya tampil luar biasa dan memberikan perlawanan sengit hingga garis akhir.

Menurutnya, pertandingan tersebut memperlihatkan kualitas dua jalur terbaik yang sama-sama menunjukkan semangat juang tinggi, sehingga menghadirkan tontonan yang sangat menghibur bagi masyarakat.

"Pertandingan ini membuktikan bahwa Pacu Jalur bukan hanya soal siapa yang menang atau kalah. Di dalamnya ada nilai kebersamaan, kerja keras, disiplin, sportivitas, dan persaudaraan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi," ungkapnya.

Kemenangan Keramat Jubah Merah menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Muaro Sentajo. Sejak awal perlombaan, dukungan terus mengalir dari warga yang memadati arena maupun mereka yang mengikuti perkembangan dari kampung halaman.

Kini, langkah Keramat Jubah Merah berlanjut ke babak berikutnya dengan membawa harapan besar masyarakat agar mampu mempertahankan performa terbaik dan terus melaju hingga partai puncak.

Sementara itu, meski harus mengakhiri langkah lebih awal, Putri Anggun Sibiran Tulang tetap meninggalkan kesan mendalam. Penampilan mereka yang penuh determinasi menjadikan duel ini dikenang sebagai salah satu pertandingan terbaik di Tepian Narosa tahun ini.

Julukan "final kepagian" yang sempat disematkan publik pun terbukti bukan sekadar ungkapan. Pertemuan dua jalur unggulan tersebut benar-benar menghadirkan drama, kualitas, dan sportivitas yang menjadi ruh Pacu Jalur sebagai warisan budaya kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi. Perjuangan hingga garis finis itu menjadi bukti bahwa di atas riak Sungai Kuantan, bukan hanya kecepatan yang dipertaruhkan, tetapi juga semangat persatuan, kebanggaan kampung, dan kecintaan terhadap tradisi yang terus hidup dari masa ke masa.*(ald)