PANGEAN (KilasRiau.com) – Riuh tepuk tangan dan sorak-sorai ribuan masyarakat yang memadati Tepian Burondo, Desa Pulau Rengas, Kecamatan Pangean, Ahad (21/6/2026) petang, menjadi saksi lahirnya sang jawara baru Pacu Jalur Kuantan Singingi.
Jalur Keramat Jubah Merah dari Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, tampil luar biasa dan berhasil membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan besar Pacu Jalur. Berstatus sebagai kuda hitam, jalur kebanggaan masyarakat Muaro Sentajo itu sukses keluar sebagai Juara I setelah menundukkan Sari Jadi Gementar Alam dari Desa Pulau Beralo, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang pada partai final.
Sebelumnya, Keramat Jubah Merah juga membuat kejutan dengan memulangkan salah satu kandidat kuat juara, Alam Cahayo Tuah Nagoghi dari Kecamatan Cerenti. Kemenangan demi kemenangan yang diraih akhirnya mengantarkan jalur asal Muaro Sentajo tersebut berdiri di podium tertinggi dan menyandang gelar Sang Jawara Tepian Burondo 2026.
Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas prestasi gemilang tersebut.
"Selamat kepada Jalur Keramat Jubah Merah yang berhasil meraih gelar Sang Jawara di Tepian Burondo Pangean tahun 2026. Ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi Desa Muaro Sentajo dan Kecamatan Sentajo Raya," ujar Suhardiman Amby didampingi Asisten III Setda Kuansing, Drs. Azhar, dan Camat Pangean, Suwandi, S.Pd., MM.
Menurut Bupati, kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet dan semangat gotong royong masyarakat masih menjadi kekuatan utama dalam melestarikan tradisi Pacu Jalur.
"Saya berharap gelar juara ini dapat terus dipertahankan pada event-event berikutnya. Teruslah berlatih, jaga kekompakan, dan persiapkan diri menghadapi gelanggang yang lebih besar, termasuk event nasional nantinya," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Muaro Sentajo, Halmadi Asmara, mengaku bersyukur atas keberhasilan jalur kebanggaan desanya tersebut meraih gelar juara.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari perjuangan para atlet pemacu yang dibarengi dengan doa seluruh masyarakat.
"Alhamdulillah, berkat usaha dari para pemacu dan doa dari kito basamo, Jalur Keramat Jubah Merah akhirnya sampai ke puncak. Ini tentu menjadi kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Muaro Sentajo," ujar Halmadi.
Dosen Universitas Islam Kuantan Singingi (Uniks) itu juga menyebut keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh lapisan masyarakat, baik yang berada di kampung halaman maupun para perantau.
"Ditambah lagi dengan dukungan dari semua golongan masyarakat, baik berupa doa, semangat maupun bantuan dana dari masyarakat. Semua itu menjadi kekuatan besar bagi kami. Kemenangan ini adalah kemenangan bersama, bukan milik segelintir orang," ungkapnya.
Halmadi menyampaikan terima kasih kepada para atlet pemacu, pengurus jalur, para donatur, tokoh masyarakat, pemuda, perantau, serta seluruh warga Muaro Sentajo yang selama ini telah bersama-sama menjaga dan membesarkan nama Keramat Jubah Merah.
"Kemenangan ini bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk menghadapi gelanggang yang lebih besar. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan budaya Pacu Jalur sebagai identitas masyarakat Kuantan Singingi," katanya.
Sepanjang perhelatan Pacu Jalur Tepian Burondo 2026, ribuan masyarakat memadati arena sejak pagi hingga menjelang senja. Sorak-sorai penonton pecah ketika Keramat Jubah Merah lebih dahulu menyentuh garis finis pada partai final.
Di tepian Batang Kuantan yang sarat sejarah dan tradisi, kemenangan Keramat Jubah Merah seolah menjadi penegasan bahwa kekompakan, doa, dan kebersamaan masyarakat masih menjadi kekuatan terbesar dalam mengayuh perahu panjang menuju kejayaan.
Kini, nama Keramat Jubah Merah telah terukir sebagai penguasa baru Tepian Burondo Pangean 2026. Dari Muaro Sentajo, sebuah pesan kembali bergema: dayung boleh berbeda tangan, namun kemenangan akan lahir dari hati yang sama.*(ald)