TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) – Di balik seragam yang selama ini identik dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tersimpan pula wajah kemanusiaan yang terus berupaya hadir di tengah masyarakat. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Kuantan Singingi kembali menunjukkan bahwa pengabdian bukan hanya tentang menjaga hukum, tetapi juga tentang menyentuh hati dan memberi manfaat bagi sesama.
Melalui kegiatan Khitanan Massal Gratis, Polres Kuantan Singingi membuka ruang kebahagiaan bagi puluhan anak dan keluarga yang membutuhkan. Sebuah kegiatan sederhana, namun sarat makna. Sebab di balik setiap anak yang tersenyum usai dikhitan, ada harapan yang tumbuh. Ada doa orang tua yang terjawab. Ada masa depan yang sedang dipersiapkan dengan lebih baik.
Kegiatan yang akan dilaksanakan di Mapolres Kuantan Singingi pada 23 Juni 2026 itu menjadi bagian dari rangkaian bakti kesehatan dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-80 yang mengusung semangat "Polri Untuk Masyarakat".
Pendaftaran dibuka sejak 17 hingga 21 Juni 2026 bagi anak-anak usia 5 sampai 12 tahun. Seluruh proses khitan dilakukan secara gratis dan ditangani oleh tenaga medis profesional dengan mengedepankan keamanan, kenyamanan, serta standar kesehatan yang baik.
Namun lebih dari sekadar layanan kesehatan, kegiatan ini sesungguhnya adalah tentang menghadirkan kebahagiaan.
Di negeri yang masih menyimpan banyak cerita tentang keterbatasan ekonomi, tidak sedikit orang tua yang harus menunda khitan anaknya karena alasan biaya. Di tengah kenyataan itu, hadirnya program khitanan massal gratis menjadi secercah cahaya yang membawa harapan.
Anak-anak yang datang bukan hanya pulang dengan luka kecil yang akan segera sembuh. Mereka juga membawa pulang hadiah berupa kain sarung dan hamper yang disiapkan panitia. Lebih dari itu, mereka membawa pengalaman yang akan dikenang sepanjang hidupnya.
Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat pengabdian Polri yang terus bertransformasi menjadi institusi yang dekat dengan masyarakat.
"Delapan puluh tahun perjalanan Bhayangkara adalah perjalanan panjang pengabdian kepada bangsa dan negara. Kami ingin momentum ini tidak hanya dirasakan oleh anggota Polri, tetapi juga oleh masyarakat. Karena sejatinya, Polri tumbuh dan bekerja bersama masyarakat," ujar AKBP Hidayat Perdana.
Menurutnya, khitanan massal bukan hanya kegiatan seremonial dalam rangka memperingati hari jadi institusi, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda.
"Anak-anak adalah aset bangsa. Mereka adalah generasi yang kelak akan melanjutkan estafet pembangunan. Melalui kegiatan ini kami ingin turut berkontribusi dalam menyiapkan generasi yang sehat, kuat, dan berakhlak mulia. Kami berharap kehadiran Polri dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat," katanya.
Di usia yang ke-80, Bhayangkara tidak hanya ingin dikenang sebagai penjaga keamanan. Ia juga ingin hadir sebagai sahabat masyarakat. Sebagai tangan yang membantu ketika warga membutuhkan. Sebagai hati yang peduli ketika masyarakat menghadapi kesulitan.
Semangat itulah yang tercermin dalam slogan "Bersama Polri, Mewujudkan Generasi Sehat, Cerdas dan Berakhlak Mulia."
Di Mapolres Kuantan Singingi nanti, mungkin akan terdengar tangis kecil anak-anak yang takut menghadapi proses khitan. Namun di balik tangis itu akan ada pelukan orang tua, senyum para tenaga medis, dan perhatian anggota Polri yang berusaha membuat mereka merasa nyaman.
Karena sesungguhnya, pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar yang menggemparkan. Kadang ia hadir dalam bentuk yang sederhana: membantu seorang anak menjalani fase penting dalam hidupnya, meringankan beban orang tua, dan menanamkan rasa percaya bahwa negara selalu hadir untuk rakyatnya.
Program ini juga menjadi cerminan semangat Green Policing, sebuah pendekatan yang menempatkan kepedulian, pelayanan, dan kemanusiaan sebagai bagian penting dari tugas kepolisian modern.
Di tengah berbagai tantangan zaman, Polri terus berupaya membangun kepercayaan melalui tindakan nyata. Sebab kepercayaan tidak lahir dari kata-kata, melainkan dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Ketika seorang anak pulang dari kegiatan khitanan massal dengan wajah ceria, ketika seorang ayah dan ibu merasa terbantu karena tidak lagi memikirkan biaya, saat itulah pengabdian menemukan maknanya yang paling hakiki.
Delapan puluh tahun Bhayangkara bukan sekadar hitungan usia. Ia adalah perjalanan panjang tentang dedikasi, pengorbanan, dan komitmen untuk terus hadir bagi negeri.
Dan di Teluk Kuantan, perjalanan itu kembali ditulis dalam lembar sederhana bernama khitanan massal gratis—sebuah ikhtiar kecil yang menyimpan harapan besar bagi masa depan generasi bangsa.
Informasi Pendaftaran: Pendaftaran: 17–21 Juni 2026
Pelaksanaan: 23 Juni 2026
Lokasi: Mapolres Kuantan Singingi, Riau
Peserta: Anak usia 5–12 tahun
Biaya: Gratis
WhatsApp Pendaftaran: 0852-7810-3402
"Polri Untuk Masyarakat." Sebuah slogan yang kali ini tidak hanya terdengar, tetapi juga hadir dan dirasakan.*(ald)