Jangan Sampai PLN Seperti BGN, Presiden Terlambat Menindak Kelakuan Darmawan Prasodjo

Jangan Sampai PLN Seperti BGN, Presiden Terlambat Menindak Kelakuan Darmawan Prasodjo

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Kilasriau.com, Jakarta - Listrik merupakan kebutuhan primer paling dasar bagi manusia. Bahkan termasuk menyangku segala aktivitas dan nyawa. Mulai dari kebutuhan lampu, memasak, menyimpan makanan, menunjang sekolah dan pekerjaan, hingga menghidupkan roda ekonomi dan industri sebuah negara, semuanya bergantung pada pasokan listrik yang andal dan stabil.

Sayangnya, di Indonesia hak paling mendasar ini kini dirampas dari masyarakat karena kinerja PT PLN (Persero) yang sangat buruk dan gagal total dalam menjalankan tugasnya.

Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (Kornas Re-LUN) mengatakan, fakta itu memang sulit dibantah, karena Indonesia saar ini memang sedang menghadapi krisis energi yang sangat nyata dan mengkhawatirkan.

"Masalah utamanya sangat jelas, selama hampir 5 tahun terakhir (2021-2026), tidak ada pertumbuhan atau pengembangan pembangkit listrik yang berarti. Kebutuhan listrik masyarakat terus bertambah seiring berkembangnya zaman, jumlah penduduk, dan pertumbuhan ekonomi, namun penambahan kapasitas pembangkit baru sama sekali tidak berjalan sesuai rencana," sebut Yudhistira di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Lanjut Yudhistira, kondisi ini semakin memburuk dalam beberapa hari terakhir, khususnya di wilayah Jawa dan Bali. Sistem kelistrikan mengalami kekurangan daya yang parah hingga 1.500 MW, yang menyebabkan pemadaman bergilir dan gangguan yang terjadi hampir setiap saat.