Hangatnya Kepedulian di Desa Munsalo, BLT-DD Periode April–Juni 2026 Disalurkan untuk 5 KPM

Hangatnya Kepedulian di Desa Munsalo, BLT-DD Periode April–Juni 2026 Disalurkan untuk 5 KPM
foto: istimewa (doc. Kilasriau.com)

MUNSALO (KilasRiau.com) — Langit pagi di Desa Munsalo, Kecamatan Kuantan Tengah, tampak teduh ketika masyarakat mulai berdatangan ke kantor desa, Senin (25/5/2026). Di tengah kesederhanaan kampung yang tenang, pemerintah desa kembali menghadirkan secercah harapan bagi masyarakat melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) periode April, Mei, dan Juni Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pj. Kepala Desa Munsalo, Muhammad Nizam, dan dihadiri Kasi PMD Kecamatan Kuantan Tengah, Toni Afrison, yang mewakili camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si, PLD, BPD, beserta perangkat desa dan masyarakat penerima manfaat.

Sebanyak 5 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tersebut. Meski jumlah penerima tidak banyak, suasana penyaluran tetap berlangsung penuh makna. Sebab bagi masyarakat kecil, bantuan itu bukan sekadar nominal yang diterima, melainkan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kehidupan warganya.

Satu per satu warga dipanggil dengan tertib. Di wajah mereka tampak rasa syukur yang sederhana namun begitu tulus. Ada harapan yang tersimpan dalam genggaman bantuan itu; tentang kebutuhan rumah tangga yang ingin dipenuhi, tentang beban hidup yang sedikit diringankan.

Pj. Kepala Desa Munsalo, Muhammad Nizam, menyampaikan bahwa pemerintah desa berkomitmen untuk terus menjalankan program bantuan secara transparan dan tepat sasaran sesuai aturan yang berlaku.

“Semoga bantuan ini bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gunakanlah untuk hal-hal yang penting dan bermanfaat bagi keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi PMD Kecamatan Kuantan Tengah, Toni Afrison, mengatakan bahwa penyaluran BLT-DD merupakan salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat desa, khususnya bagi warga yang membutuhkan dukungan ekonomi.

Ia juga mengapresiasi pemerintah desa yang terus berupaya menjaga ketertiban dan keterbukaan dalam proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.

“Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat penerima. Pemerintah desa juga harus terus menjaga amanah dan memastikan bantuan tepat sasaran,” ungkap Toni Afrison.

Di tengah kehidupan desa yang berjalan sederhana, kegiatan itu menjadi pengingat bahwa kepedulian masih tumbuh di tengah masyarakat. Bahwa negara tetap hadir hingga ke pelosok kampung, menyapa warganya melalui tangan-tangan pemerintah desa.

Angin siang yang perlahan berembus di halaman kantor desa seolah membawa pesan tentang kebersamaan. Tentang bagaimana sebuah desa tidak hanya dibangun dengan beton dan jalan, tetapi juga dengan rasa peduli, gotong royong, dan perhatian terhadap sesama.

Desa Munsalo tidak hanya menyalurkan bantuan. Ia sedang menjaga harapan kecil masyarakatnya agar tetap menyala di tengah perjalanan hidup yang terus berliku.*(ald)