Kilasriau.com – Harapan baru mulai tumbuh di tengah masyarakat perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Di saat banyak petani menghadapi tekanan ekonomi akibat fluktuasi harga komoditas, kabar menggembirakan datang dari sektor perkebunan pinang. Mulai besok, harga pembelian buah pinang disebut akan mencapai Rp10.000 per kilogram, sebuah angka yang dinilai mampu memberi napas segar bagi para petani.
Kabar tersebut mencuat dalam bincang-bincang santai namun penuh makna yang berlangsung bersama Ketua Kadin Inhil, Edy Indra Kesuma, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISI Zainal Arifin Hussein, serta CEO PT Korindo Komplit Karbon, Robin.
Dalam pertemuan itu, dibahas keseriusan perusahaan dalam mengembangkan industri pengolahan pinang di Inhil. Setelah melalui proses panjang, perusahaan disebut siap mengoperasikan fasilitas pengolahan sekaligus menampung hasil pertanian masyarakat dengan harga yang lebih kompetitif.
“Kami ingin memastikan hasil perkebunan masyarakat memiliki nilai ekonomi yang lebih baik. Petani tidak boleh terus berada di posisi lemah saat harga pasar turun,” ujar Robin, Ahad (10/5/26).
Ia menegaskan, hasil produksi dari pabrik di Inhil nantinya tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga akan diekspor ke sejumlah negara seperti Thailand, Vietnam, India, dan China. Menariknya, seluruh produk akan menggunakan label “Tembilahan” sebagai identitas asal produksi.