Kilasriau.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejatinya dirancang pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan peserta didik kini justru menuai sorotan tajam dari masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir.
Pasalnya, pada Jumat (8/5/2026), salah satu dapur penyedia MBG di Tembilahan diduga menyalurkan makanan yang tidak layak konsumsi kepada siswa SD Negeri 013 Jalan Keritang Ujung.
Dugaan tersebut mencuat setelah sejumlah wali murid mengeluhkan kondisi makanan yang diterima anak-anak mereka. Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari salah seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, menu MBG yang dibagikan kepada siswa berupa ikan lele yang masih mentah serta tempe yang belum dimasak ataupun digoreng meski telah diberi bumbu.
Kondisi itu sontak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya para orang tua murid. Mereka menilai makanan yang diberikan kepada anak-anak jauh dari standar makanan sehat, higienis, dan siap santap sebagaimana tujuan utama dari Program Makan Bergizi Gratis.
“Anak-anak menerima ikan lele yang masih mentah dan tempe yang belum dimasak. Ini sangat memprihatinkan. Program ini seharusnya membantu kebutuhan gizi siswa, bukan malah membuat orang tua khawatir,” ungkap sumber kepada media ini.