Soroti Minim Keterbukaan, Mahasiswa Unilak Desak Transparansi Penggunaan Dana Kampus

Soroti Minim Keterbukaan, Mahasiswa Unilak Desak Transparansi Penggunaan Dana Kampus

Kilasriau.com  – Di tengah memuncaknya aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak), kabar mengenai ketidakhadiran Rektor, Junaidi, justru memicu kemarahan baru. Informasi yang beredar menyebut pimpinan kampus berada di luar negeri, bahkan disebut sedang “healing”.

Situasi ini menyulut kekecewaan mendalam di kalangan mahasiswa yang berharap adanya dialog langsung. Alih-alih mendapat jawaban, mereka merasa ditinggalkan di tengah tuntutan yang semakin mendesak.

"Kami di sini pusing menagih kepastian keselamatan, tapi Rektor malah asyik jalan-jalan ke luar negeri! Ini sudah menyimpang dari fungsi utamanya. Seharusnya Rektor fokus mengurus akademik dan Tri Dharma, bukan malah sibuk bermain di area pembangunan yang merupakan urusan Yayasan. Kami mendesak aparat dan Yayasan segera mengaudit gedung 10 miliar itu sebelum memakan korban, jangan sampai roboh seperti turap kemarin!" — Munawar Harahap, Jendral Lapangan GAMPU.

Mahasiswa kembali menyoroti minimnya keterbukaan terkait penggunaan dana kampus. Tidak adanya laporan yang mudah diakses dinilai memperbesar dugaan adanya praktik pengelolaan yang tidak akuntabel.

Isu proyek turap yang roboh kembali mencuat, diperparah dengan keputusan pemberian proyek baru berupa gedung belajar serbaguna bernilai 10 milliar rupiah kepada kontraktor yang sama. Bagi mahasiswa, ini bukan lagi sekadar kebijakan yang keliru.