Kilasriau.com - Kondisi memprihatinkan sekolah dasar (SD) marginal di wilayah pelosok Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tepatnya di Desa Kuala Sebatu menjadi sorotan. Bangunan yang rusak parah serta minimnya fasilitas belajar mengajar memunculkan keprihatinan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.
Sekretaris Disdik Inhil, Fauzan Amrullah, mengungkapkan bahwa keterbatasan pembangunan pada sekolah tersebut bukan tanpa alasan. Ia menjelaskan bahwa SD marginal yang berada di daerah terpencil itu belum memiliki nomenklatur dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) sendiri.
“SD marginal itu tidak memiliki nomenklatur sendiri, sehingga kami tidak bisa melakukan pembangunan langsung di lokasi tersebut. Selain itu, sekolah itu juga belum memiliki NPSN, karena masih berada di bawah SDN 011 Kuala Sebatu,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini menjadi kendala utama dalam penyaluran bantuan dan pembangunan infrastruktur. Sebab, setiap penggunaan anggaran negara harus memiliki dasar administrasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita miris melihat kondisinya, bahkan bisa dibilang sudah hancur. Tapi kami tidak bisa membangun begitu saja, karena ini menyangkut uang negara yang harus jelas pertanggungjawabannya. Harus ada nomenklatur sekolahnya,” tambahnya.