Kilasriau.com, JAKARTA — Pusat Kajian Infrastruktur Strategis (PUKIS) menyampaikan duka cita mendalam atas insiden kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) sekitar pukul 20.50 WIB.
Direktur Eksekutif PUKIS, M. M. Gibran Sesunan, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4), menilai peristiwa tersebut menjadi catatan kelam dalam sejarah perkeretaapian nasional.
“PUKIS mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi total dan menyeluruh terhadap sistem perkeretaapian nasional,” ujar Gibran.
PUKIS juga mendorong adanya perombakan besar di sektor terkait, termasuk pencopotan pejabat di Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) guna menjamin akuntabilitas serta kelancaran proses penyelidikan.
Lebih lanjut, PUKIS mendukung Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) agar bekerja secara transparan dan akuntabel dalam mengusut penyebab kecelakaan. PUKIS juga mengapresiasi para penanggap pertama dan tim penyelamat yang bertugas di lapangan.