Kilasriau.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat pada masa kepemimpinan Prabowo Subianto kembali menuai sorotan di daerah. Kali ini, dugaan ketidaksesuaian kualitas makanan terjadi di wilayah Kecamatan Tuah Madani, tepatnya di Sekolah Muhammadiyah 6 Pekanbaru, Jalan Cipta Karya.(23/4/2026)
Berdasarkan hasil investigasi dan keterangan yang dihimpun dari siswa, pada hari Senin awal pekan, siswa sekolah dasar menerima menu MBG yang diduga tidak layak konsumsi. Salah satu item yang dibagikan adalah pisang dalam kondisi mentah, berukuran sangat kecil—bahkan disebut hanya sebesar jempol kaki.
Ironisnya, menurut pengakuan sumber, pisang tersebut baru dapat dikonsumsi setelah diperam selama kurang lebih tiga hari. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius terkait standar kelayakan makanan yang langsung diberikan kepada siswa dalam program pemerintah tersebut.
Selain kualitas, persoalan juga muncul pada nilai porsi makanan. Jika merujuk pada standar program MBG yang disebut mencapai sekitar Rp15.000 per anak, kondisi di lapangan justru jauh berbeda. Siswa memperkirakan nilai makanan yang diterima hanya berkisar Rp6.000 hingga Rp7.000 per porsi.
“Pisangnya mentah, kecil sekali. Harus diperam dulu beberapa hari baru bisa dimakan,” ungkap salah satu sumber siswa.