Kilasriau.com – Kasus dugaan transaksi ghaib kembali terjadi. Direktur Utama PT Patria Riau Jaya Perkasa, Bala Chandra mengaku menjadi korban yang diyakini tidak pernah dilakukannya.
Ia pun mendesak Bank CIMB Niaga Pekanbaru untuk membuka data log akses dan melakukan audit menyeluruh atas dugaan tersebut. Chandra menjelaskan, transaksi mencurigakan itu terjadi pada 29 Januari. Saat itu, muncul notifikasi beruntun ke ponsel anaknya yang tercatat sebagai pemegang otorisasi (approval) transaksi perusahaan.
“Ada beberapa notifikasi masuk secara beruntun. Ada yang gagal, ada yang berhasil. Yang berhasil itulah yang membuat dana Rp250 juta keluar. Kami pastikan, transaksi itu bukan kami yang lakukan,” tegas Chandra, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, selain transaksi yang berhasil, terdapat sejumlah percobaan transfer dengan nominal hampir sama yang berstatus gagal, di antaranya Rp249 juta dan variasi angka lainnya. Hal itu, kata dia, menunjukkan adanya upaya berulang dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Begitu mengetahui adanya transaksi tersebut, pihak perusahaan langsung menghubungi administrasi internal dan kemudian melaporkannya ke pihak bank. Bala menyebut seorang pegawai administrasi sempat berkoordinasi dengan pihak CIMB Niaga Pekanbaru dan diarahkan menghubungi layanan 14042.