Janji GM Pelindo Dipertanyakan Pasca 2 Hari Aksi: PT KIMI Tetap Beroperasi, 8 Truk Cangkang Masuk

Janji GM Pelindo Dipertanyakan Pasca 2 Hari Aksi: PT KIMI Tetap Beroperasi, 8 Truk Cangkang Masuk

Siak, Kilasriau.com Sorotan tajam kini mengarah langsung kepada General Manager Pelindo Regional 1 Perawang, Yulfiatmi, menyusul masih berjalannya aktivitas PT Kharisma Inti Mitra Indonesia (KIMI) meski sebelumnya telah dinyatakan akan dihentikan.

Dua hari pasca aksi besar-besaran di gerbang pelabuhan, keputusan penghentian sementara yang disampaikan dalam forum mediasi justru dipertanyakan. Fakta di lapangan menunjukkan aktivitas perusahaan masih berlangsung, memicu keraguan terhadap komitmen yang telah disampaikan.

Dalam pernyataannya saat mediasi, Yulfiatmi menegaskan bahwa aktivitas PT KIMI akan dihentikan sebagai bentuk respons atas tuntutan massa. Namun, kondisi terkini dinilai tidak sejalan dengan pernyataan tersebut.

“Kalau masih berjalan, berarti ada ketidaksesuaian antara apa yang disampaikan dengan apa yang terjadi di lapangan,” ujar salah satu perwakilan massa.

Kritik terhadap kepemimpinan pun mulai mencuat. Sejumlah pihak menilai situasi ini mencerminkan lemahnya pengawasan dan inkonsistensi dalam pengambilan kebijakan di tingkat manajemen.

“Pernyataan sudah jelas, tapi implementasi tidak terlihat. Ini yang menjadi pertanyaan publik, sejauh mana komitmen itu benar-benar dijalankan,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pada tanggal 9 April 2026, aktivitas pengangkutan cangkang masih terjadi dengan sedikitnya delapan mobil truk masuk ke area operasional yang diduga terkait dengan PT KIMI. Aktivitas tersebut berlangsung tanpa tanda-tanda penghentian, meski sebelumnya telah diumumkan akan dihentikan sementara.

Salah seorang sopir truk pengangkut cangkang yang ditemui di lokasi mengaku hanya menjalankan perintah.

“Kami gak tau, bg, soal itu. Kami hanya disuruh oleh bos antar barang, ya kami antar, bg,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, perwakilan KSOP, Anwar, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut ke tingkat pimpinan.

“Kami akan laporkan kejadian ini ke pimpinan sebagai bahan tindak lanjut,” ucapnya singkat.

Sorotan ini tidak hanya berdampak pada persoalan PT KIMI, tetapi juga menyentuh kredibilitas manajemen Pelindo secara keseluruhan. Transparansi, konsistensi, dan keberanian mengambil keputusan kini menjadi tuntutan utama.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi lanjutan dari pihak GM Pelindo Regional 1 Perawang terkait masih beroperasinya PT KIMI. Kondisi ini semakin memperkuat persepsi publik bahwa ada ketidaktegasan dalam menindaklanjuti hasil mediasi.

Jika tidak segera ada klarifikasi dan langkah konkret, situasi ini berpotensi memicu gelombang protes lanjutan. Publik kini menanti, apakah komitmen yang telah disampaikan akan ditegakkan, atau justru menjadi preseden yang menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan kawasan pelabuhan.