Kilasriau.com - Tokoh masyarakat Riau asal Kuansing Musliadi menegaskan, pembelaannya terhadap Gubernur Riau non aktif H. Abdul Wahid, M
Si didasarkan pada bukti-bukti yang ada. Dikatakannya, apa yang dilakukan bukan hanya karena emosional, tafsir atau dugaan publik.
"Apa yang kami lakukan adalah untuk menegakkan keadilan. Bukan karena emosi semata dan suka tidak suka. Semuanya begitu telanjang. Skenario penzaliman terhadap Gubernur non aktif Abdul Wahid begitu sempurna dan dirancang secara matang. Bak pepatah, jika orang baik hanya diam melihat sebuah kezaliman, maka orang jahat yang akan menang" tegas Musliadi.
Menurut Musliadi, dari bukti-bukti yang dikantonginya, skenario penzaliman Gubernur Abdul Wahid dengan melibatkan aparat hukum, orang dekat dan birokrasi itu sendiri.
"Kita tahu Abdul Wahid baru masuk dalam lingkar birokrasi di Provinsi Riau. Selama ini, kita juga tahu siapa yang mengendalikan para birokrat di Pemprov Riau. Jadi sangat telanjang sekali kalau kita ingin objektif menggali kebenaran dari kasus ini," kata Musliadi yang akrab disapa Cak Mus.