BUKIT TINGGI (KilasRiau.com) – Citra Bukittinggi sebagai kota wisata ramah pengunjung tercoreng oleh aksi tidak menyenangkan yang diduga dilakukan oleh oknum petugas Palang Merah Indonesia (PMI) di kawasan Jam Gadang. Insiden yang terjadi pada Rabu (25/03/2026) ini memicu keluhan dari sejumlah wisatawan lintas provinsi.
Peristiwa bermula saat Ustadz H. Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd, seorang tokoh literasi dan pendidik asal Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, membawa rombongan keluarganya yang datang dari Kalimantan, Jakarta, dan Medan untuk berwisata. Mengingat kondisi kesehatan ibunda dan tantenya yang menurun, beliau berinisiatif mendatangi pos PMI di sekitar Jam Gadang untuk melakukan pengecekan tensi darah.
Menurut penuturan Ronaldo, perlakuan kurang menyenangkan sudah dirasakan saat mereka sedang beristirahat di lokasi tersebut. Meski saat itu kondisi pos sedang sepi dan hanya ada rombongan mereka yang sedang memeriksa kesehatan, petugas meminta mereka untuk segera pergi dan tidak berlama-lama duduk di sana.
Ketegangan memuncak beberapa saat kemudian. Petugas tersebut dilaporkan melakukan aksi provokatif dengan menendang sampah-sampah di sekitar lokasi dengan nada marah.
"Petugas itu menendang sampah-sampah dengan nada marah kepada pengunjung. Mirisnya, beberapa sampah yang ditendang mengenai saya dan pengunjung lain. Alasannya karena pengunjung dianggap tidak menjaga kebersihan," ujar Ronaldo Rozalino yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Literasi Kuansing.
Sikap Arogan yang Disayangkan
Ronaldo sempat mempertanyakan keberadaan petugas kebersihan dan menyayangkan aksi fisik yang dilakukan oknum tersebut. Bukannya mereda, petugas justru merespons dengan nada tinggi dan sikap defensif yang dinilai jauh dari etika pelayan publik.
"Sebagai pelayan publik, harusnya bersikap ramah dan mengayomi, bukan malah menunjukkan arogansi. Akibat kejadian ini, keluarga kami dan pengunjung lain dari luar daerah merasa sangat tidak nyaman dan memilih segera meninggalkan lokasi," tambah pria yang juga aktif sebagai pengurus MUI Kabupaten Kuansing tersebut.
Melalui kejadian ini, pihak korban berharap Pemerintah Kota Bukittinggi dan pengampu kebijakan terkait dapat melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap oknum petugas di lapangan. Bukittinggi sebagai ikon pariwisata Sumatera Barat diharapkan memiliki standar pelayanan yang humanis agar wisatawan merasa aman dan dihormati.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai insiden yang melibatkan oknum petugas PMI di kawasan Jam Gadang tersebut.*