Kilasriau.com - Di hamparan pesisir Kabupaten Indragiri Hilir, Pantai Solop hari ini bukan sekadar tempat berlibur, tetapi ruang yang Allah titipkan kepada manusia sebagai ujian:; apakah kita mampu menjaga nikmat dan adab, atau justru lalai dalam kemaksiatan?
Setiap tahunnya, Pantai Solop dipenuhi manusia. Tawa bersahutan, langkah kaki berjejak di pasir, dan mata memandang luasnya ciptaan Allah. Namun di balik semua itu, ada satu pertanyaan yang mengguncang hati:
Apakah keramaian itu mendekatkan kita kepada Allah, atau justru menjauhkan?
Suara kegelisahan itu kini datang dari para penjaga adat, melalui Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Indragiri Hilir.
Apa yang mereka sampaikan bukan sekadar kritik sosial, tetapi seruan moral dan panggilan iman.