Kilasriau.com, RETEH – Menjelang Idul Fitri 2026, denyut nadi arus mudik di wilayah selatan Indragiri Hilir kembali menjadi sorotan. Akses jalan yang menghubungkan Kota Baru menuju Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, saat ini dilaporkan mengalami kendala fisik yang cukup berat.
Di tengah kubangan lumpur dan peliknya medan jalan tersebut, ingatan masyarakat seolah ditarik kembali pada sosok "Sang Pengabdi" yang kini telah tiada, Almarhum Sirajuddin Sayuthi.
Almarhum bukan sekadar pejabat di Bappeda Indragiri Hilir pada masanya, Sirajuddin adalah putra daerah yang mewakafkan sisa umurnya untuk memastikan tanah kelahirannya tidak terisolasi.
Sejarah mencatat, melalui kedekatan dan kepercayaan yang diberikan oleh Bupati Inhil periode tersebut, H Wardan, Almarhum Sirajuddin Sayuthi bersama Almarhum Mok Rafi menjadi motor penggerak pembangunan di Kecamatan Keritang dan Reteh sepanjang tahun 2016 hingga 2023.
Salah satu momen paling heroik yang tak terlupakan adalah keberhasilannya membuka akses jalan Pulau Kijang yang dulunya "mustahil" dilewati kendaraan roda empat. Berkat tangan dingin dan pengawasan ketatnya, jalan tersebut akhirnya bisa dilalui Mobil hingga Bupati H. Muhammad Wardan dapat meresmikan MTQ ke-47 tahun 2017 di Reteh.