Kilasriau.com --Perusahaan dan badan usaha seharusnya menjadikab media sebagai partner untuk kemajuan usahanya. Keberadaan media menjadi penting untuk membangun brand perusahaan dan badan usaha, sehingga mereka dapat berkembang.
Anehnya, banyak perusahaan dan badan usaha alergi ketika berhadapan dengan media dan terkesan tertutup serta menjaga jarak. Hal ini diungkapkan Dr. Tika Meutia peneliti pada Riau Development Institute (RDI).
Dikatakan Dr. Tika, dari survey dan pengamatannya di lapangan, banyak perusahaan dan badan usaha sangat tertutup dan tidak wellcome dengan media. Perusahaan dan badan usaha melalui divisi humasnya, selalu mengelak jika ingin dijumpai dan dimintai konfirmasi oleh teman-teman media.
"Langkah ini sebenarnya merugikan perusahaan dan badan usaha. Media tidak mendapatkan informasi yang utuh ketika harus memberitakan sebuah kasus. Temuan kita hampir sebagian besar BUMD baik milik provinsi dan kabupaten/ kota sangat tertutup. Padahal khusus BUMD milik daerah karena modal usahanya dari APBD mereka harus lebih terbuka mengelola usahanya," tegas Dr. Tika.
Untuk itu, Dr. Tika mendorong komisaris atau kepala daerah meminta perusahaan untuk mengupgrade pimpinan perusahaan atau divisi humas/ media relationnya lebih profesional. "Mereka harus lebih memperkuat pola komunikasi dan lebih terbuka dengan media. Tidak ada yang perlu ditakutkan dengan media. Terlebih lagi dalam suasana teknologi informasi saat ini. Teman pers bukanlah momok," ujar Dr. Tika.