Ketidakselarasan Tarif Speedboat di Inhil, Ketua MOI Dorong Keterbukaan Papan Informasi

Ketidakselarasan Tarif Speedboat di Inhil, Ketua MOI Dorong Keterbukaan Papan Informasi

Kilasriau.com - Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang berpenduduk mencapai 700 ribu jiwa lebih hidup sebagai wilayah pesisir hamparan sungai Indragiri yang memanjang hingga menembus batas negara tetangga seperti malaysia hingga singapura.

Untuk menunjang aktifitas sehari-hari, mayoritas dari mereka menggunakan transportasi laut, khususnya speedboat yang terbuat dari kayu itu, sebagai moda transportasi utama. Terbatasnya akses jalur darat membuat mereka tidak punya pilihan, selain menggunakan jalur sungai sebagai opsi utama.

Belakangan masyarakat pesisir Inhil dihadapkan pada kondisi yang memprihatinkan. Tarif angkutan speedboat di anggap kerap berubah-ubah, tidak seragam, dan tidak disertai penjelasan resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Setiap persoalan yang menyangkut tarif speedboat bukan sekadar urusan bisnis, melainkan persoalan keadilan sosial dan kehadiran negara dalam menjalankan fungsinya.

Pada rute dan waktu yang sama, penumpang bisa dikenakan harga berbeda. Ironisnya, praktik ini seolah menjadi hal yang “biasa”, seakan masyarakat harus menerima tanpa hak bertanya.