TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) - Sore itu, Lapangan Sepakbola Sialang Seberang Taluk tak sekadar menjadi hamparan rumput hijau. Ia berubah menjadi ruang pertemuan emosi—tempat adrenalin, harapan, dan kebanggaan bertaut dalam satu irama. Ribuan pasang mata menyaksikan partai final Porset CUP 2025, pertarungan sengit antara Porset FC selaku tuan rumah melawan Primakosta FC dari Desa Pulau Komang Sentajo.
Sejak peluit awal dibunyikan, laga berjalan ketat. Setiap sentuhan bola disambut sorak penonton, setiap peluang memantik degup jantung. Sepakbola sore itu bukan hanya soal menang dan kalah, melainkan tentang harga diri, kebersamaan, dan semangat anak-anak muda Kuantan Singingi, Riau.
Turnamen yang berlangsung penuh antusiasme tersebut resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Kuantan Singingi, Zulkarnain, ST, MT, mewakili Bupati Kuantan Singingi Dr. H. Suhardiman Amby, Ak., MM, pada Ahad (18/01/2026).
Hadir dalam penutupan tersebut Ketua KONI Kuansing Andi Cahyadi, Sekretaris Dinas Pendidikan Zulmaswan, Plt Kepala Dinas Sosial PMD, Dodi Fitrawan, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kuansing Dasver Librian (Vea), Camat Kuantan Tengah Eka Putra, S.Sos., M.Si, serta jajaran Askab PSSI Kuantan Singingi, dan Kepala Desa Seberang Taluk, Kuswanto.
Sekda Zulkarnain, yang menyaksikan langsung laga final hingga menit terakhir, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah bekerja tanpa lelah menyukseskan Porset CUP 2025.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, kami mengucapkan terima kasih kepada panitia, Pemuda Seberang Taluk, aparat keamanan, para sponsor, serta seluruh masyarakat yang telah berperan aktif. Turnamen ini berjalan tertib, aman, dan penuh sportivitas,” ujar Zulkarnain.
Menurutnya, Porset CUP bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan karakter generasi muda—mengajarkan disiplin, kerja sama, dan semangat pantang menyerah.
Ketua Panitia Porset CUP 2025, Robby Anggriawan, tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya melihat turnamen yang dirancang bersama pemuda akhirnya berjalan sukses hingga penutupan.
“Porset CUP ini lahir dari semangat kebersamaan. Kami ingin menghadirkan ruang positif bagi anak-anak muda, menjauhkan mereka dari hal-hal negatif, dan membangun persaudaraan lewat sepakbola. Terima kasih kepada seluruh tim, wasit, penonton, dan semua pihak yang telah menjaga sportivitas,” ungkap Robby.
Sementara itu, Camat Kuantan Tengah Eka Putra, S.Sos., M.Si menilai Porset CUP sebagai contoh konkret bagaimana olahraga mampu menjadi perekat sosial di tengah masyarakat.
“Turnamen ini membuktikan bahwa sepakbola mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Bukan hanya pemain, tetapi juga penonton, tokoh masyarakat, dan pemuda. Inilah wajah Kuantan Tengah—kompak, guyub, dan penuh semangat,” tutur Eka Putra.
Pada akhirnya, skor memang mencatat sejarah. Primakosta FC keluar sebagai juara setelah menaklukkan Porset FC dengan skor tipis 2–1. Namun lebih dari sekadar angka, Porset CUP 2025 meninggalkan jejak yang lebih bermakna: semangat kebersamaan, harapan akan lahirnya talenta-talenta sepakbola Kuansing, dan keyakinan bahwa lapangan hijau selalu punya cara menyatukan perbedaan.
Di tengah sorak-sorai penonton yang perlahan mereda, Porset CUP pun resmi ditutup. Namun semangatnya—akan terus hidup, menunggu untuk kembali digelorakan di musim berikutnya.*(ald)