KILASRIAU.com – Program Universal Health Coverage (UHC) atau layanan berobat gratis di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali menuai persoalan. Program yang sebelumnya digadang-gadang sebagai “Sakti Mandraguna” kini justru memunculkan banyak tanda tanya di tengah masyarakat, menyusul penghapusan sekitar 56.000 peserta akibat pengurangan budget sharing dari Pemerintah Provinsi Riau.
Dampak kebijakan tersebut mulai dirasakan langsung oleh warga. Jika sebelumnya masyarakat cukup membawa KTP untuk mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit, kini mereka harus memastikan terlebih dahulu status kepesertaan UHC masih aktif atau tidak. Kondisi ini dinilai menyulitkan, terutama bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan mendesak.
Ketua Komisi IV DPRD Inhil, Mohammad Wahyudin, membenarkan adanya pengurangan dana sharing dari Pemprov Riau yang berdampak pada berkurangnya jumlah peserta UHC.
“Benar, terjadi pengurangan dana sharing oleh provinsi sebanyak 56.000 peserta untuk program UHC. Akibatnya, timbul persoalan baru yang harus segera dicarikan solusinya,” ujar Wahyudin saat dikonfirmasi awak media.
Ia menjelaskan, imbas pengurangan anggaran tersebut membuat peserta baru yang mendaftar pada bulan berjalan tidak bisa langsung aktif di bulan yang sama.