BUMDes Mitra Banjar Jaya Dorong PADes, Pulau Banjar Kari Panen Jagung Pipil dan Kembangkan Itik Petelur

BUMDes Mitra Banjar Jaya Dorong PADes, Pulau Banjar Kari Panen Jagung Pipil dan Kembangkan Itik Petelur
foto: istimewa (doc. Kilasriau.com)

KUANTAN TENGAH (KilasRiau.com) – Pemerintah Desa Pulau Banjar Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, terus memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui Program Ketahanan Pangan Tahun 2025. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Banjar Jaya, desa melaksanakan panen jagung pipil sekaligus mengembangkan unit usaha peternakan itik petelur sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PADes). Rabu (31/12/2025).

Kegiatan panen jagung pipil tersebut berlangsung di lahan pertanian desa dan dihadiri Camat Kuantan Tengah Eka Putra, S.Sos., M.Si, Kepala Desa Pulau Banjar Kari Sudirman beserta perangkat desa, Ketua dan anggota BPD, Bhabinkamtibmas, Ketua Koordinator Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta masyarakat Desa Pulau Banjar Kari.

Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, menyampaikan bahwa penguatan PADes melalui BUMDes merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan pembangunan desa. Menurutnya, program ketahanan pangan harus memberi dampak ekonomi yang jelas dan terukur.

“Ketahanan pangan desa tidak hanya soal panen, tetapi bagaimana hasilnya dikelola untuk meningkatkan pendapatan desa. BUMDes harus menjadi pengelola utama agar nilai ekonomi tetap berputar di desa dan memberi kontribusi terhadap PADes,” ujar Eka Putra.

Ia juga mendorong agar setiap unit usaha BUMDes dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Kepala Desa Pulau Banjar Kari, Sudirman, menegaskan bahwa panen jagung pipil merupakan bagian dari skema usaha desa yang dirancang untuk memperkuat PADes. Jagung pipil yang dihasilkan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi direncanakan menjadi salah satu sumber pendapatan BUMDes.

“Melalui BUMDes Mitra Banjar Jaya, hasil jagung pipil ini kita arahkan untuk menambah pendapatan desa. Ini menjadi langkah awal agar PADes Pulau Banjar Kari ke depan tidak hanya bergantung pada satu sumber,” kata Sudirman.

Selain sektor pertanian, Sudirman juga menjelaskan bahwa desa telah mengembangkan unit usaha peternakan sebagai bagian dari diversifikasi ketahanan pangan dan ekonomi desa.

“Selain jagung pipil, ketahanan pangan di Pulau Banjar Kari juga kita kembangkan melalui budidaya itik petelur. Saat ini, itik yang kita kelola berjumlah sekitar 300 ekor,” jelasnya.

Menurutnya, unit usaha itik petelur tersebut dikelola melalui BUMDes dan diarahkan untuk menghasilkan pendapatan rutin bagi desa dari penjualan telur, sekaligus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Budidaya itik petelur ini kami harapkan menjadi sumber PADes yang berkelanjutan.

Jika dikelola dengan baik, hasilnya bisa menopang kegiatan pembangunan dan pelayanan desa,” tambah Sudirman.

Ketua dan anggota BPD Desa Pulau Banjar Kari menyatakan dukungannya terhadap penguatan BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa. BPD berharap pengelolaan usaha desa dilakukan secara akuntabel, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan.

Dari sisi teknis, Ketua Koordinator Pertanian bersama PPL menyampaikan bahwa hasil panen jagung pipil tahun ini dinilai cukup baik. Pendampingan intensif, penerapan pola tanam yang sesuai, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor pendukung keberhasilan program ketahanan pangan desa.

Masyarakat Pulau Banjar Kari menyambut positif upaya pemerintah desa dalam mengembangkan usaha BUMDes. Kehadiran unit usaha pertanian dan peternakan dinilai membuka peluang kerja, meningkatkan perputaran ekonomi lokal, serta memperkuat ketahanan pangan desa secara berkelanjutan.

Melalui panen jagung pipil dan pengembangan budidaya itik petelur, Pemerintah Desa Pulau Banjar Kari menegaskan komitmennya menjadikan BUMDes Mitra Banjar Jaya sebagai tulang punggung ekonomi desa. Upaya ini diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga secara bertahap meningkatkan PADes dan kemandirian desa.*(ald)