Siak, KilasRiau.com – Acara kemanusiaan bertajuk “Pray for Sumatera” yang ditaja oleh kreator Tualang sukses digelar dengan penuh khidmat dan haru di Taman Motuyoko, menyatukan doa dan kepedulian masyarakat bagi saudara setanah air yang terdampak bencana, Sabtu malam (13/12/2025).
Ratusan masyarakat dari berbagai latar belakang memadati lokasi acara, menyatukan doa dan kepedulian bagi saudara setanah air yang tengah diuji bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Dalam suasana yang sarat empati, kebersamaan yang terjalin malam itu menjadi simbol kuat solidaritas dan persatuan dalam membantu sesama.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Konser Amal dan Bazar UMKM ini diinisiasi sebagai upaya nyata meringankan beban para korban bencana. Sejak awal acara, nuansa reflektif begitu terasa ketika seluruh hadirin diajak mengheningkan cipta dan memanjatkan doa bersama, menghadirkan keheningan yang penuh makna sebagai wujud empati dan kepedulian bersama.
Penampilan Alhafzh feat Dekes menjadi salah satu momen puncak yang paling berkesan dalam rangkaian acara. Melalui lantunan lagu-lagu ciptaannya yang kental dengan nuansa Melayu, sarat pesan kemanusiaan dan pengharapan, keduanya berhasil menyampaikan makna persatuan dengan cara yang sederhana namun menyentuh hati.
Suasana semakin hangat ketika para penonton larut bernyanyi bersama, sementara tepuk tangan bergema di setiap jeda lagu. Momen tersebut menciptakan ikatan emosional yang kuat antara penampil dan audiens, menghadirkan rasa kebersamaan yang mendalam di tengah doa-doa yang dipanjatkan untuk Sumatra.
Panitia menyampaikan bahwa seluruh pendapatan dari penjualan tiket akan didonasikan untuk membantu kebutuhan darurat serta proses pemulihan masyarakat terdampak bencana di ketiga wilayah tersebut. Selain konser amal, puluhan pelaku UMKM lokal turut dilibatkan dalam bazar sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian rakyat sekaligus wujud nyata semangat gotong royong.
Perwakilan panitia menegaskan bahwa “Pray for Sumatera” bukan sekadar acara hiburan, melainkan gerakan kemanusiaan yang mengajak masyarakat untuk hadir, peduli, dan bergerak bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa bencana yang menimpa satu daerah adalah duka bersama yang hanya dapat dihadapi dengan kebersamaan dan kepedulian.
Wakil Ketua Panitia Ricki Pratama atau yang akrab disapa Omel menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, panitia ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut merasakan dan bergerak membantu saudara-saudara yang terdampak bencana.
“Melalui acara ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya menonton, tetapi ikut merasakan dan bergerak membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Ketika satu daerah berduka, kita semua ikut merasakannya. Inilah wujud kepedulian dan persatuan kita sebagai sesama anak bangsa,” ujar Ricki kepada KilasRiau.com.
Ia menambahkan, doa dan aksi nyata yang dilakukan bersama diyakini memiliki kekuatan besar dalam membantu para korban bencana.
“Bantuan yang terkumpul mungkin tidak langsung menghapus duka, tetapi kami berharap dapat menghadirkan harapan dan semangat bagi saudara-saudara kita di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh,” ucap pemilik akun youtube Omel_Official29 itu.
Menurut Ricki, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi kekuatan utama dalam terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Ketika masyarakat, komunitas, dan pelaku UMKM bergerak bersama, di situlah nilai gotong royong benar-benar terasa. Acara ini bukan tentang siapa kami, tetapi tentang siapa yang membutuhkan,” pungkasnya.
Malam itu, Taman Motuyoko bukan sekadar ruang pertunjukan, melainkan tempat bertemunya doa, empati, dan harapan. Dalam satu suara dan satu rasa, para hadirin membuktikan bahwa jarak tidak pernah menjadi penghalang kepedulian.
Untuk Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, tangan-tangan saling menguatkan, hati-hati saling mendoakan. Di tengah duka yang dirasakan saudara-saudara kita "Pray for Sumatera" menjadi pengingat bahwa pemuda Tualang selalu hadir dalam semangat kebersamaan. Dari Tualang, kita satukan doa dan kepedulian, karena selama kita berdiri bersama, harapan tak akan pernah padam.