KILASRIAU.com — Kebocoran percakapan grup WhatsApp internal DPRD Kabupaten Indragiri Hilir memicu polemik setelah beredar luas dan memuat dugaan pembahasan soal imbalan dukungan dan pembayaran media.
Melalui konferensi pers, DPRD menyampaikan klarifikasi resmi seraya menegaskan bahwa Badan Kehormatan (BK) telah memulai pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.
Konferensi pers digelar di lobi Gedung DPRD Inhil pada Selasa (2/12/2025). Acara tersebut ditujukan untuk menjelaskan perkembangan pembahasan rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026 sekaligus meluruskan informasi yang beredar di ruang publik dan media sosial.
Ketua DPRD Inhil, Iwan Taruna, mengawali konferensi pers dengan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait ucapan salah satu anggota dewan yang dianggap menyinggung publik.
“Kami mohon maaf atas tingkah laku salah satu anggota DPRD Inhil yang telah menyakiti hati masyarakat. Saya sudah mengingatkan seluruh anggota untuk menjaga nama lembaga dan tanggung jawab sebagai pejabat publik,” ujarnya.