Momen Haru di Hari Guru Nasional: Camat Kuantan Tengah Berikan Cenderamata kepada Guru SMP yang Pernah Mendidiknya

Momen Haru di Hari Guru Nasional: Camat Kuantan Tengah Berikan Cenderamata kepada Guru SMP yang Pernah Mendidiknya
foto: istimewa (doc. Kilasriau.com)

KUANTAN TENGAH (KilasRiau.com) – Perayaan Hari Guru Nasional di Lapangan Upacara Kabupaten Kuantan Singingi, tepatnya di Lapangan Limuno Teluk Kuantan, pada Rabu (26/11/2025) tidak hanya berlangsung khidmat dan meriah, tetapi juga diwarnai momen haru yang meninggalkan kesan mendalam bagi hadirin.

Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si, menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan cenderamata kepada sosok guru yang pernah membimbingnya ketika bersekolah di SMP Negeri 1 Teluk Kuantan, Elliya Nengsih, A.Md.

Momen tersebut terjadi tepat setelah sesi penyerahan penghargaan kepada para guru berprestasi dan kejuaraan sekolah. Camat Eka Putra tampak membungkuk penuh hormat sambil menyerahkan bingkisan dan piala kepada sang guru. Gestur itu mendapat pujian dan simpati dari para peserta upacara, karena mencerminkan betapa tingginya penghargaan seorang murid kepada pendidiknya.

Camat Eka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas ilmu dan bimbingan yang diterima selama masa ia bersekolah di Sekolah Menengah Pertama dimaksud.

“Terima kasih atas ilmu yang telah ibu berikan selama ini. Terima kasih telah menjadi pelita dalam kegelapan, penerang jalan menuju masa depan yang cerah,” ucap Eka Putra dengan suara bergetar.

Ia menegaskan bahwa pencapaiannya hingga dipercaya sebagai Camat saat ini tidak terlepas dari doa dan ketulusan para guru semasa ia menempuh pendidikan.

Dengan penuh kerendahan hati, ia juga menambahkan,
“Cenderamata yang diberikan hari ini jauh dari kata sepadan dengan ilmu yang ibu berikan dan hasil yang kami dapatkan. Namun ini adalah ungkapan tulus terima kasih dari seorang murid kepada gurunya,” ucapnya di tengah rasa haru.

Sang guru, Elliya Nengsih, tampak terharu menerima penghargaan tersebut. Dengan mata berkaca-kaca, beliau menyampaikan, “Terima kasih ananda Eka Putra, Camat Kuantan Tengah. Ananda telah membuktikan bahwa dengan tekad dan semangat, segala impian bisa kita raih. Ananda telah menjadi inspirasi bagi kita semua. Perjalanan karir ananda telah membuktikan ketekunan dan kerja keras akan selalu membuahkan hasil. Pesan ibu: jadilah pemimpin yang amanah.”

Beberapa guru dan peserta upacara tampak menyeka air mata saat menyaksikan interaksi hangat antara murid dan guru itu. Momen tersebut bukan hanya penyerahan hadiah, tetapi simbol kuat tentang pentingnya menghargai jasa pendidik — bahwa kesuksesan seorang murid merupakan kebanggaan terbesar seorang guru.

Penghormatan Camat Eka Putra kepada gurunya menjadi sorotan utama dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.

Peristiwa ini sekaligus mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu, melainkan juga tentang ikatan emosional, nilai moral, dan hubungan kemanusiaan yang tulus antara guru dan murid — sebuah pelajaran besar yang selayaknya diwariskan kepada setiap generasi.

Sang guru, Elliya Nengsih, tidak dapat menyembunyikan haru saat menerima apresiasi dari murid yang dulu ia didik. Dengan suara yang terbata karena penuh rasa bangga, beliau menyampaikan, “Terima kasih ananda Eka Putra, Camat Kuantan Tengah. Ananda telah membuktikan bahwa dengan tekad dan semangat, segala impian bisa kita raih. Ananda telah menjadi inspirasi bagi kita semua. Perjalanan karir ananda telah membuktikan ketekunan dan kerja keras akan selalu membuahkan hasil. Pesan ibu: jadilah pemimpin yang amanah.”

Suasana menjadi semakin emosional ketika beberapa guru dan hadirin terlihat menyeka air mata. Mereka menyaksikan langsung sebuah nilai luhur — bahwa keberhasilan seorang murid adalah kebanggaan terbesar bagi seorang guru, sementara penghormatan murid kepada pendidiknya adalah warisan moral yang tak ternilai.

Selain sebagai wujud apresiasi personal, momen ini juga memberikan pesan edukatif bagi generasi muda: sebesar apa pun kesuksesan yang dicapai, jangan pernah melupakan jasa guru yang menjadi fondasi ilmu dan karakter.

Rangkaian upacara Hari Guru Nasional kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada guru berprestasi, pertunjukan seni, dan sesi foto bersama.

Namun momen penghormatan Camat Eka Putra kepada gurunya menjadi bagian paling membekas dalam peringatan tahun ini, sekaligus menginspirasi untuk terus menjunjung tinggi martabat guru.*(ald)