Camat Kuantan Tengah Sambangi Tiga Desa: Hadir, Mendengar, dan Menguatkan Pelayanan untuk Warga

Camat Kuantan Tengah Sambangi Tiga Desa: Hadir, Mendengar, dan Menguatkan Pelayanan untuk Warga
foto: istimewa (doc. Kilasriau.com)

KUANTAN TENGAH (KilasRiau.com) — Di tengah jadwal yang padat, Camat Kuantan Tengah Eka Putra, S.Sos., M.Si memilih turun langsung menyapa warga di tiga desa: Pulau Banjar Kari, Pintu Gobang, dan Sitorajo. Bukan sekadar kunjungan formal, tetapi upaya memastikan pelayanan publik berjalan, mendengar keluhan masyarakat, dan memberi semangat kepada perangkat desa yang bekerja di garis terdepan. Selasa (25/11/2025).

Pagi itu camat memulai langkah dari Desa Pulau Banjar Kari. Ia menyapa para kader posyandu yang tengah mengikuti pelatihan. Dengan wajah lelah tapi tetap ramah, para kader menceritakan tantangan mereka. Camat mendengarkan dengan sabar, sesekali mengangguk, memberi solusi sederhana namun bermakna.

“Pelayanan kesehatan di desa adalah benteng pertama masyarakat. Jangan pernah lelah, karena apa yang kalian lakukan sangat berarti,” ucap camat.

Dalam kesempatan itu, Sudirman juga menyampaikan satu harapan besar masyarakat, yakni pembangunan kantor desa yang permanen, karena hingga kini Desa Pulau Banjar Kari belum memiliki bangunan kantor resmi.

Menanggapi aspirasi tersebut, Camat Eka Putra menegaskan bahwa pemerintah kecamatan akan turut mengawal kebutuhan tersebut dalam mekanisme perencanaan pembangunan.

“Kantor desa itu bukan sekadar bangunan, tetapi pusat pelayanan masyarakat. Kalau fasilitasnya baik, kinerjanya pun ikut meningkat,” ujarnya.

“Kami memahami kebutuhan ini. Nanti akan kita bahas dalam forum perencanaan, dan tentu kita kawal agar masuk dalam prioritas sesuai kemampuan anggaran,” kata camat.

Ia berharap, meskipun bangunan resmi belum ada, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal.

“Selama proses ini, saya minta perangkat desa tetap bekerja optimal. InsyaAllah kita perjuangkan bersama,” tegasnya.

Kunjungan berlanjut ke Desa Pintu Gobang. Di aula desa, suasana hangat tercipta ketika Pj. Kades Dadang Muttaqin, S.P.W.K menyambut dengan penuh hormat. Percakapan berlangsung santai, tetapi inti pembahasan tetap jelas: bagaimana membuat pelayanan desa lebih rapi dan lebih manusiawi.

“Kami ingin administrasi yang bersih dan pelayanan yang ekstra. Warga datang bukan sekadar membawa berkas, tetapi membawa harapan,” kata camat, menatap satu per satu perangkat desa.

Kalimat itu disambut anggukan setuju. Beberapa perangkat desa terlihat mencatat arahan camat, seolah menyimpan amanah baru.

Siang harinya, camat tiba di Desa Sitorajo. Ruang pertemuan kecil, kursinya sederhana, namun suasana begitu akrab. Pj. Kepala Desa Ropis Indra diwakili sekretaris desa, Indra Franata duduk di depan bersama camat dan ketua BPD, Mukhtisar. Di hadapan mereka, warga ikut duduk, sebagian menunduk, sebagian menatap penuh harap.

Sesi dialog dimulai. Ada warga yang menyampaikan kendala administrasi, ada yang meminta perhatian untuk infrastruktur, dan ada juga yang sekadar bercerita tentang kondisi kampung.

Camat mendengarkan semuanya tanpa terburu-buru. “Kok kan lai putiak menjadi buah,” ucap camat pelan, menggunakan pepatah lama yang sarat makna.

“Perubahan itu butuh waktu. Yang penting kita kerjakan dengan benar, jujur, dan untuk masyarakat. Pelan-pelan, hasilnya akan datang.”

Kata-kata itu membuat suasana sejenak hening—bukan karena formalitas, tetapi karena warga merasa benar-benar dihargai.

Indra Franata menambahkan, “Kedatangan pak camat memberi energi baru bagi kami. Kadang kami bekerja dalam sunyi, tapi hari ini kami merasa didengar.”

Menjelang siang, camat berpamitan. Warga berdiri, bersalaman, ada yang mengucap terima kasih, ada yang menitipkan harapan kecil untuk desanya.

Kunjungan itu mungkin hanya beberapa jam, tetapi meninggalkan jejak: kehadiran seorang pemimpin yang datang bukan hanya untuk memberi arahan, tetapi juga mendengar.

Camat menutup dengan ucapan sederhana namun mengena, “Pemerintahan ini milik kita semua. Kalau kita jalan bersama, tak ada yang tak bisa kita capai.” *(ald)