KILASRIAU.com, Banda Aceh – Perjalanan bisnis Meriza Akbar, pemilik HOCO Coffee, menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM Aceh. Awalnya, Meriza dikenal sebagai reviewer kuliner Aceh.
Dari hobi tersebut, ia mulai akrab dengan dunia usaha makanan dan minuman, bahkan sempat mengenal langsung bisnis Geprek Bensu. Pengalaman itu memotivasinya membuka kafe pertamanya yang diberi nama Kelsy Coffee.
Namun, langkah awal tidaklah mudah. Mengandalkan promosi konvensional membuat bisnisnya terseok-seok. Meriza mengakui saat itu belum memanfaatkan kekuatan digital marketing.
Titik balik datang ketika ia mendirikan outlet pertama HOCO Coffee di Lampineung. Saat membuka outlet kedua di Lamtemen, ia mulai serius menggunakan media sosial untuk memasarkan produknya. Dari sanalah HOCO Coffee mulai mendapat tempat di hati masyarakat Banda Aceh.
Tantangan besar juga dialami pada tahun 2019 saat pandemi. Promosi digital sempat menurun karena muncul stigma bahwa produk yang dipromosikan selebgram identik dengan barang kurang laku. Menjawab tantangan itu, Meriza melahirkan strategi berbeda dengan menggandeng 100 mikro influencer.