KILASRIAU.com – Di tengah geliat aktivitas ekonomi masyarakat, potret pasar tradisional di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih jauh dari harapan. Kondisi pasar yang semrawut, becek saat hujan, fasilitas minim, hingga rawan tindak kriminal membuat citra pasar tradisional semakin meredup.
Padahal, pasar tradisional adalah jantung ekonomi rakyat. Namun ironisnya, dari ratusan pasar yang tersebar di Inhil, kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya berkisar Rp250 juta per tahun. Angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan potensi besar yang seharusnya bisa digali.
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Indragiri Hilir (HPPI), Romi Irawan, menilai akar persoalan pasar bukan hanya soal pengelolaan retribusi, tetapi juga terkait keamanan dan kenyamanan pedagang maupun pengunjung.
“Kami siap bekerjasama dengan semua elemen, termasuk Pemerintah Daerah. Hal ini juga jangan hanya bicara retribusi, tapi pedagang dan pembeli di pasar harus merasa aman dan nyaman. Belum lagi masalah kebersihan dan fasilitas umum yang jauh dari memadai,” tegas Romi, Rabu (17/9/2025) pagi di Tembilahan.
Menurutnya, HPPI tidak hanya berperan sebagai organisasi pedagang semata, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi dan mediasi antara pedagang dan pemerintah daerah. Aspirasi, keluhan, hingga usulan perbaikan pasar yang datang dari pedagang maupun pengunjung, selalu disampaikan HPPI kepada Pemda agar ada langkah nyata.