KILASRIAU.com – Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Perum Bulog Cabang Tembilahan mulai menunjukkan dampak nyata terhadap pergerakan harga beras di pasaran dan harga gabah di tingkat petani Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Kepala Perum Bulog Cabang Tembilahan melalui Koordinator PPL lapangan Kecamatan Keritang, Sirajudin, Sp mengatakan hingga pertengahan Agustus 2025 pihaknya telah menyalurkan 36.650 kilogram beras SPHP ke berbagai jalur distribusi.
“Penyaluran dilakukan melalui pengecer di pasar rakyat, outlet pangan binaan pemerintah daerah, BUMN pangan, koperasi atau outlet instansi pemerintah, Rumah Pangan Kita (RPK), dan dalam waktu dekat akan diperluas melalui swalayan serta toko ritel modern,” ujarnya.
Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional per 15 Agustus 2025, harga beras SPHP tercatat stabil dan masih dalam kategori aman. Disparitas harga terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) berada di level -0,56 persen di Provinsi Riau (Rp13.027/kg) dan -4,85 persen di Provinsi Kepulauan Riau (Rp12.465/kg). Artinya, harga rata-rata beras SPHP masih berada di bawah HET.
Namun, penyaluran beras SPHP juga berdampak pada harga gabah. Sirajudin, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Keritang, menyebutkan harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani mengalami penurunan.