TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) – Agustus selalu membawa aroma istimewa di tanah Kuantan Singingi. Di Kelurahan Sungai Jering, bendera merah putih berkibar di setiap sudut, mengiringi semangat warga menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Tahun ini, perayaan tak hanya diwarnai upacara dan lomba rakyat, tetapi juga dentuman riuh dayung di air yang menggema dari Tepian Narosa.
Ya, Festival Pacu Jalur Tradisional kembali hadir. Agenda yang menjadi ikon budaya Kuansing ini akan digelar pada 20–24 Agustus 2025. Dari jauh, suara aba-aba pawang dan sorak-sorai penonton sudah terasa membangkitkan adrenalin. Di atas jalur—perahu panjang yang dipahat dari batang kayu pilihan—puluhan pendayung dengan seragam bergerak serentak, memecah air dengan kekuatan penuh.
Pemerintah Kelurahan Sungai Jering, lewat spanduk yang terpampang di jalan-jalan, mengajak semua warga untuk meramaikan perayaan kemerdekaan dan festival ini.
Di spanduk itu, terpampang senyum optimis Bupati Kuantan Singingi Dr. H. Suhardiman Amby, M.M., Wakil Bupati H. Muklisin, Camat Kuantan Tengah Risman Ali, S.E., M.Si, serta Lurah Sungai Jering Eka Putra, S.Sos., M.Si. Pesannya jelas: “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”
Bagi masyarakat Kuansing, pacu jalur bukan sekadar olahraga. Ia adalah pesta rakyat, ajang silaturahmi, sekaligus wujud syukur atas berkah alam. Setiap kayuhan dayung bukan hanya memacu perahu, tetapi juga menggerakkan hati—mengingatkan bahwa gotong royong dan persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini.
Di Sungai Jering, Agustus bukan hanya bulan kemerdekaan. Ia adalah bulan di mana air Kuantan menjadi saksi, bahwa di tengah derasnya arus zaman, tradisi tetap kokoh mengalir, menyatukan generasi.*(ald)