KILASRIAU.com, JAKARTA,-Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Patroli Imigrasi berkekuatab 100 orang yang di dukung TNI, Polri dan Pemerintah Daerah serta masyatakat. Tindakan ini dilakukan karena terjadi peningkatan kasus pelanggaran keimigrasi dalam beberapa waktu terakhir.
Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Patroli Imigrasi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, di Bali pada Selasa (5/8/2025) mendapat tanggapan sejumlah kalangan. Anggota Komisi XIII DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Mafirion mendukung pembentukan Satgas Patroli Imigrasi tersebut. Menurutnya, Satgas ini merupakan bukti nyata dukungan pemerintah untuk menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Bali yang merupakan salah satu tujuan wisata di Indonesia. Keberadaan Satgas Patroli Imigrasi ini diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam melakukan pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Saya mendukung pembentukan Satgas Patroli Imigrasi ini. Kehadiran Satgas ini diharapkan dapat membantu penegakan stabilitas dan keamanan di Bali. Khususnya untuk menindak aksi kriminalitas para WNA yang meresahkan kepada sesama WNA ataupun masyarakat Indonesia. Masyarakat sudah resah dengan WNA di Bali yang berperilaku kriminal tapi tidak mendapat penegakan hukum yang tegas sehingga tidak ada rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ungkap Mafirion.
Menurut Mafirion, perilaku kejahatan WNA di Bali mengalami meningkatan dari waktu ke waktu. Data Kepolisian Daerah Bali menyebutkan kasus pidana oleh WNA pada tahun 2022 sebanyak 59 orang. Setahun kemudian naik menjadi 60 orang dan kemudian pada tahun 2024 melonjak menjadi 133 orang.
Menurut data Ditjen Imigrasi dibandingkan November - Desember 2024, tindakan administrasi keimigrasian berupa deportasi sebanyak 607 kasus dan peditensian 303 kasus. Angka ini meningkat pesat pada priode Januari - Juni 2025 sebanyak 2.669 kasus pendeportasian dan 2.009 kasus pedetensian. Sedangkan mereka yang diproses secara hukum 62 orang.