Musliadi: Riau harus bentuk BUMD Sawit

Musliadi: Riau harus bentuk BUMD Sawit

KILASRIAU.com - Luas perkebunan di Riau pada tahun 2025 diperkirakan sekitar 3,4 juta hektar, dengan sebagian besar didominasi oleh perkebunan kelapa sawit. Oleh karenanya, berdasarkan hal ini, menurut Musliadi tim koalisi Pemenangan Wahid, sudah semestinya Pemprov Riau melalui OPD nya memikirkan unit usaha pembentukkan BUMD yang baru, dan bergerak di sektor perkebunan khususnya Sawit.

Demikian diungkapkannya saat diskusi ringan bersama sejumlah media di Pekanbaru, Senin (14/6).

   “Kita memiliki potensi perkebunan, dan produk unggulannya adalah sawit, sudah semestinya Pemprov Riau memikirkan potensi ini, agar peluang dan kesempatan kita untuk menggenjot PAD lebih maksimal. Sebuah badan usaha milik daerah, yang benar benar memikirkan tata niaga sawit, bukan hanya CPO tetapi juga menganalisis pendapatan dari produk-produk turunanya,”Ucap Pria  yang lebih familiar dikenal dengan panggilan “Cak Mus” di lingkungan PKB Riau.

DItambahkannya, faktanya memang kondisi hari ini banyak kebun sawit yang berada di kawasan hutan, baik itu dikelolah oleh koperasi,  perorangan dan perusahaan yang sebagian sudah terdata oleh tim Penertipan Kawasan Hutan (PKH).

“Disatu sisi kita bersyukur, ada langkah preventif oleh Negara, sehingga di tertibkan, dan kalangan Corporasi pun tidak asal asalan dalam menggarap potensi daerah kita. Kita ingin, hasil bumi ini, juga memberikan dampak bagi daerah kita, khususnya masyarakat Riau. Kita bisa melihat contoh,  PT, Duta palma group,anak perusahaannya PT,Cerenti Subur,Pt. wana jingga timur,Koperasi soko jati,koperasi guna karya,Sebagian wilayah PT.TBS,PTP lima. Ini kan contoh contoh corporasi yang tidak memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat, hanya untuk keuntungan pihak swasta sahaja,”Ucap Cak MUs.