Kami Hidup dari Sungai, Nelayan 3 Desa di Inhil Tolak Proyek Kanal yang Ancam Mata Pencaharian

Kami Hidup dari Sungai, Nelayan 3 Desa di Inhil Tolak Proyek Kanal yang Ancam Mata Pencaharian

KILASRIAU.com  - Rencana pembangunan kanal sebagai solusi banjir di Desa Lahang Hulu, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, menuai penolakan dari masyarakat tiga desa sekitar, Teluk Merbau, Batang Tumu, dan Sepakat Jaya. 

Kekhawatiran utama warga adalah pencemaran lingkungan dan hilangnya mata pencaharian nelayan akibat masuknya limbah sawit ke perairan mereka.

Sosialisasi proyek digelar Senin (2/6/2025) di Aula Dusun Simpang Buluh, Desa Teluk Merbau, dihadiri Camat Gaung Ns. Matzen, Kapolsek Gaung Iptu Andrianto, kepala desa, Bhabinkamtibmas, Kanit Intelkam, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.

Camat Gaung menyampaikan bahwa proyek kanal merupakan tindak lanjut rapat bersama Bupati Inhil pada 26 Mei 2025 terkait penanganan banjir di Lahang Hulu. Dua titik kanal direncanakan di Parit 9 dan Parit 14 yang akan disambungkan ke Parit Basian Desa Teluk Merbau, dilengkapi tanggul di kedua sisi.

Meskipun sudah melalui kajian teknis oleh Dinas PUPR, DLHK, Perkebunan, dan Satgas Banjir, warga tetap menolak rencana tersebut. Arsyad, nelayan asal Batang Tumu yang hadir langsung menyuarakan keresahan kolektif nelayan