KILASRIAU.com, Lhokseumawe – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe terus menunjukkan geliatnya sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi regional di Aceh.
Berlokasi strategis di persimpangan jalur perdagangan internasional, KEK ini menawarkan potensi luar biasa untuk investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan industri berorientasi ekspor.
KEK Arun Lhokseumawe adalah kawasan industri yang berfokus pada sektor energi, petrokimia, agroindustri pendukung ketahanan pangan, logistik, serta industri kertas kraft.
Kawasan ini terbentuk dari konsorsium berbagai BUMN dan BUMD seperti PT Pertamina, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Pelindo I, PT Pembangunan Aceh (PEMA), Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), dan dikelola oleh PT Patriot Nusantara Aceh. Total luas kawasan ini mencapai 2.600 hektare.
KEK Arun membentang di dua wilayah administratif, yakni Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Kawasan ini memiliki nilai strategis karena terletak di jalur Sea Lane of Communication (SLoC), yakni Selat Malaka—salah satu rute pelayaran tersibuk di dunia. Posisi ini menjadikan KEK Arun sebagai simpul potensial dalam jaringan rantai pasok global, terutama di kawasan ASEAN dan Asia Selatan.